Selasa, 22 Oktober 2019 |
Profil & Tokoh

Mengenal Lebih Dekat Ketua PWI Jambi H.R Ridwan Agus Depati

Rabu, 03 Juli 2019 00:45:54 wib
HR Ridwan Agus Depati

JAMBIDAILY PROFIL-“ Selagi bernafas dan Mampu, Bantulah selalu orang lain,”itulah pesan dan juga doa sukses dari Sang Ibunda tercinta Hj Baisyah untuk  H.R Ridwan Agus Depati yang saat ini menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi hingga 2022 mendatang.

Tidak heran pria yang akrab dipanggil Bang Haji ini, selalu ringan tangan serta tidak segan-segan untuk berbagi rizqi, saat berjumpa dengan orang-orang yang menurutnya layak untuk dibantu.

“Itu amanah dan doa Ibu saya yang selalu terpatri dalam jiwa saya.  Dan itu juga yang menolong saya dalam menggapai cita-cita,”ungkapnya berbagi tips sukses saat berbincang santai di Kediamannya, Selasa sore (02/07/2019) kepada jambidaily.com.

Sebagai anak yang terlahir dan dibesarkan dari daerah pegunungan di Desa Lempur Danau Kerinci serta mengalir darah pejuang dari sang kakek dan sang Ayah,  tak heran kalau wartawan senior ini suka bicara apa adanya dan terkesan vocal.  

“Hidup itu harus berani, Jujur, Tegas dan punya kemauan yang keras”ungkap ayah enam orang ini berbagi motto hidupnya hingga sukses melalui berbagai rintangan dalam menjalankan profesi sebagai wartawan sejak 1998 lalu hingga saat ini.

Meski telah sukses dalam bidang perkebunan karet dan perumahan, namun baginya dunia wartawan tidak dapat dilepas dari jiwa dan raganya.  Saya dibesarkan oleh profesi saya sebagai wartawan, dan sampai kapanpun akan terus menjadi wartawan papar penasehat redaksi jambidaily.com ini.

Diceritakannya, sebelum menjadi wartawan dirinya pernah menekuni perdagangan komoditi kayu manis dan kopi antar provinsi Jambi dan Sumbar.  Namun karena harga komoditi tersebut anjlok dirinya mengalami kerugian besar.

Atas kondisi tesebut dengan berbekal semangat dan kemauan yang keras untuk sukses, Dia mencoba peruntungan menekuni bidang pertanian sebagai petani yang tinggal jauh dipelosok hutan.

Meski menjadi petani, namun hobby membaca tidak pernah padam, makanya setiap menjual hasil pertaniannya, Dia selalu membeli buku-buku bekas dan majalah serta koran sebagai sumber informasi.

Dan dari banyak membaca tersebut melahirkan sikap ingin lebih maju serta ingin mengembangkan diri.  “Saya ingin maju dan berkembang,”itulah tekadnya hingga rela meninggalkan lahan pertaniannya dan mengadu nasib ke Jakarta hingga menetap di Kota Bandung.

Sebagai perantau dengan hanya berbekal tekad yang keras, untuk mempertahankan hidupnya selama berjuang di Kota Paris Van Java tersebut, berbagai pekerjaan dilakoninya.

“Saya pernah menjadi tukang semir sepatu sambil berjualan koran di pasar alun-alun bandung,”kenangnya.

MENJADI WARTAWAN

Berbekal hobi membaca, dirinya belajar secara otodidak membuat tulisan yang dicoba dikirimkan ke berbagai media saat itu.  Namun saat itu untuk menembus agar tulisan bisa langsung dimuat sangat sulit.

Meski beberapa kali tulisannya belum dimuat, namun akhirnya pria berdarah Raden dari sang Kakek asal Purworejo Jateng ini dapat menembus beberapa redaksi surat kabar kala itu yang memuat tulisannya.

“Ini menjadi spirit dan semangat saya semakin sering menulis dan mengirimnya kepada bebeapa surat kabar sebagai penulis lepas.”

Hingga satu hari, seroang teman baik saya mengajak kembali ke Jambi dan mengajak bergabung sebagai pebisnis dan kontraktor.

Entah mengapa, jiwa saya lebih menyukai dunia wartawan.  Dan beruntung sambil bisnis tersebut, saya diterima sebagai koresponden Mingguan Berita Ekpress terbitan Sumatera Selatan.

Kesempatan emas yang Allah berikan tersebut saya tekuni, namun harus diakui masih harus menjalankan bisnis untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarga.

“Kalau tujuan hidup mau kaya jangan jadi wartawan.  Tapi menjadi wartawan itu panggilan jiwa dan tidak akan membuat kita mati kelaparan.”

Menurutnya, meski sebagai wartawan tidak bisa kaya, namun melalui dunia ini juga, Dia dapat bersahabat dan dapat menolong siapapun.

“Dengan profesi sebagai wartawan ini, saya sangat bangga karena dapat bersahabat dan berteman dengan siapapun.  Kita juga dapat menolong siapapun melalui karya jurnalistik kita.”

Melalui profesi sebagai wartawan ini juga membuat kita ingin selalu mengembangkan pengetahuan dan ingin maju dan memacu diri.

"Saya sempat meneruskan pendidikan di Fakultas Hukum Unbari meski harus berakhir hingga semester VIII karena berpacu dengan kesibukan.  Dan Alhamdulillah Saya dan isteri dapat  mengantar anak-anak menjadi sarjana dan telah sukses diberbagai bidang pengabdian sesuai keilmuannya."

“Intinya, kita harus terus mengembangkan diri, baik melalui pendidikan formal maupun belajar dengan alam.  Bukankah Alam terkembang menjadi guru,”tutur mantan Pemimpin Umum Media Detektif Spionase ini seakan mengenang semua perjalannya hidupnya, yang terus menekuni dunia wartawan meski telah sukses dalam bisnis perkebunan dan perumahan dibawah Bendera PT Leo Putra – Real Estate & Regency.

Penulis : Hery FR

 

KOMENTAR DISQUS :

Top