Minggu, 15 Desember 2019 |
Hukum

Menteri Kehutanan Selidiki 4 Perusahaan Pembakaran Hutan

Sabtu, 26 September 2015 11:25:50 wib
Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

JAMBIDAILY HUKUM-Demi mengurangi jumlah titik api di wilayah Sumatera dan Kalimatan yang berakhir pada kabut asap, pemerintah Indonesia bekerja eksta agar kabut asap tidak meluas hingga ke Singapura dan Malaysia.

Sekretaris Jendral Menteri Kehutanan, Raffles Panjaitan mengatakan pihaknya sudah bekerja ekstra untuk mengurangi dampak kabut asap hingga ke negara tetangga.

"Upaya yang kita lakukan maksimumn. Water bombing, pemadaman lewat darat, TNI juga telah kita kerahkan, juga mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga untuk tidak melakukan pembakaran," kata Raffles saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat, 25 September 2015.

Diketahui, baru-baru ini National Environmen Agency (NEA) atau Badan Lingkungan Hidup dan Menteri lingkungan Hidup Singapura menyebutkan 4  perusahaan yang menjadi dalang penyebab kabut asap sampai ke Singapura.

Raffles mengatakan dirinya akan menindak tegas, siapapun pihak yang masih melakukan pembakaran.

"Wah, kalau itu terbukti pasti kita akan tindak. Tapi sejauh ini kita masih melakukan penyelidikan apa benar 4 perusahaan itu pelakunya," ucapnya.

Raffles mengklaim, sejauh Kemenhut dan jajarannya sudah berhasil mengurangi jumlah titik api yang ada di pulau Sumatera dan Kalimantan, ditambah lagi sudah daerah yang sudah diguyur hujan, seperti Riau dan Jambi.

"Udah berkurang jumlah titik api, kan di Riau sama Jambi juga juga sudah turun hujan. Tapi di Sumatera Selatan yang masih tebal," ujarnya.

Empat perusahaan itu adalah PT. Rimba Hutani Mas, PT, Sebangun Bumi Andalkas Wood Industries, PT. Bumi Sriwijaya dan PT Wachyuni Mandira.(Viva.co.id)

KOMENTAR DISQUS :

Top