Jumat, 24 Mei 2019 |
Nasional

Moeldoko: Paspampres Mengamankan Tanpa Jokowi Tahu

Selasa, 19 Februari 2019 18:17:44 wib
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: Rengga Sancaya)

JAMBIDAILY NASIONAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat blusukan tanpa didampingi pejabat pada larut malam untuk bertemu nelayan di Tambak Lorok, Semarang. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan apa yang dilakukan Jokowi itu naluri pemimpin.

"Begini loh ya, kan pemimpin punya naluri. Saya juga pernah menjadi Panglima TNI, punya naluri untuk berkembang," ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (19/2/2019).

Moeldoko juga mengatakan, menemui langsung masyarakat itu banyak dilakukan oleh para pemimpin. Termasuk dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. 

"Beliau (Jokowi) ingin memahami sesungguhnya. Dan ini pernah dilakukan setelah Rasulullah SAW, (Khalifah) Abu Bakar, melihat, mendengar, ingin memahami apa sih yang sesungguhnya terjadi," kata Moeldoko.

Dia menambahkan, aspek lainnya dalam kunjungan incognito Jokowi pasti sudah diperhitungkan. Termasuk soal keamanan Jokowi.

"Dari sisi aspek-aspek lainnya, pasti sudah diperhitungkan. Berdua ke sana dengan Danpaspampres (Komandan Paspampres), tapi kan satuan pengamannya ditanam sebelumnya oleh Danpaspampres. Danpaspampres nggak mau ambil risiko, beliau nggak boleh tahu, tetapi kita sudah pengamanan," terang Moeldoko.

Blusukan yang dilakukan Jokowi terjadi pada Sabtu (2/2) malam setelah serangkaian agenda sebagai presiden dan capres. Kegiatan Jokowi bertemu nelayan Tambak Lorok disampaikannya saat debat kedua Pilpres 2019.

"Intinya beliau ingin datang ke sana tidak dalam konteks rombongan. Biasanya dalam konteks yang lebih protokoler, itu semuanya lebih bermakna. Beliau hanya ingin mencari jawaban apa sih yang sebenarnya dihadapai masyarakat. Nggak ada maksud apapun," jelas Moeldoko. (jor/dkp)


(detik.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top