Selasa, 19 November 2019 |
Nasional

Nah...Inspektorat Merangin "Telusuri" Dugaan Ijazah Palsu PNS

Kamis, 28 Mei 2015 21:24:53 wib
ijazah palsu (ilustrasi)

JAMBIDAILY NASIONAL-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin mulai menelusuri terkait dengan adanya indikasi kuat banyak PNS yang membeli ijazah palsu (Ipal) untuk kepentingan kenaikan pangkat.

Jika kedapatan ada PNS yang mengunakan Ipal terancam saksi tegas, bahkan pemecatan.

"Ya, kita telusuri semua pegawai. Inpektorat kita minta untuk menelusurinya. Jika ditemukan ada pegawai yang menggunakan Ipal, pegawai yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai dengan yang tertuang dalam PP 53/2010,"tegas Wakil Bupati Merangin, Khafied Moed, saat dikonfirmasi, sejumlah wartawan usai menghadiri peringatan hari Kartini di Pola I kantor Bupati Merangin, Kamis (28/05).

Dicontohkanya, jika Ipal digunakan untuk kenaikan pangkat, maka akan dikenakan sanksi berupa penurunan pangkat. Sedangkan yang baru akan dipromosi, akan dibatalkan kenaikan pangkatnya.

"Kalau sebatas digunakan untuk kenaikan pangkat, turun pangkatnya. Tapi kalau digunakan sejak awal masuk pegawai, itu langsung dipecat," tegas Khafied Moen.

Sementara itu, Inpektur Inspektorat Merangin, Hatam Tafsir, mengatkan, pihaknya siap melakukan penelusuran terhadap seluruh pegawai di Merangin.

"Kita siap melaksanakan perintah tersebut. Baik itu intruksi MenPan-RB, Bupati, mapun wakil bupati," kata Hatam.

"Mengenai saknsinya, teknis pelaksanaannya BKN yang paling tahu. Yang jelas itu ada sanksinya, jika ada pegawai menggunakan ijazah Palsu,"pungkasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) meminta Inspektorat di seluruh daerah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap PNS.

Hal ini terkait dengan adanya indikasi kuat banyak PNS yang membeli ijazah palsu (Ipal) untuk kepentingan kenaikan pangkat.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top