Senin, 09 Desember 2019 |
Hukum

Nah..Kejari Muarabulian "Bidik" Dugaan Gratifikasi

Kamis, 10 Desember 2015 20:29:44 wib
Logo Kejari

JAMBIDAILY HUKUM-Kejaksaan Negeri Muarabulia, saat ini melakukan penyidikan dugaan gratifikasi dana saving Suku Anak Dalam (SAD) lahan 2 ribu hektar pada PT Asiatic Persada.

Dana saving tersebut terkumpul sebesar Rp 1,11 Milar, yang dikelola oleh Koperasi Tuah Bersatu dan Koperasi Berkah Bersatu.

Penyidik Kejaksaan Negeri Muara Bulian telah melakukan proses penyelidikan terhadap dugaan kasus gratifikasi tersebut.

"Dalam waktu dekat, kita akan menetapkan tersangka atas aliran dana Rp 1,11 Miliar itu," Ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Muara Bulian Polin O Sitanggang,SH,MH, kepada awak media, dalam jumpa pers, Kamis (10/12).

Pihak kejaksaan saat ini telah memiliki bukti kuat untuk memproses perkara yang menyeret oknum Tim Terpadu Batanghari ini dan pihak lain.

"Tim Penyidik kita, telah memeriksa Ketua Koperasi Tuah Bersatu dan Berkah Bersatu. Dan terkait siapa pelaku yang menarik dana Rp 1,11 Milyar dan dipergunakan untuk apa, dirinya belum dapat untuk membeberkannya. Karena diketahui penyelesaian konflik Agraria telah dibebankan melalui dana APBD Batanghari berdasarkan keputusan Bupati Batanghari."

Menucatnya kasus ini berdasarkan laporan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupten Batanghari.

"Kita tahu Tim Terpadu memilki struktur gabungan, TNI, Polres, Kejari,dan Pemerintah, dengan adanya proses penyidikan ini akan terlihat jelas siapa pelaku dugaan gratifikasi terhadap dana saving Rp 1,11 Miliar di lahan kawasan lahan 2000 hektar Suku Anak Dalam (SAD).  Melalui proses penyidikan nanti dapat diketahui, apakah ada indikasi suap, atau pemerasan, diluar anggaran penyelesaian konflik agraria yang dibebankan ke APBD,"jelasnya.

Tim terpadu juga boleh mendapatkan dana dari pihak ke tiga, akan tetapi melalui prosedur dan mekanisme yang sah dan benar,"tandas Kajari.

Pelapor, Ketua LSM, yang tidak ingin namanya ditulis, mengatakan, penarikan dana Rp 1,11 miliar tersebut dalam kwitansi mencantumkan nama seorang oknum Asisten Bupati Batanghari berinisial MS.

"Tanda terima uang dalam kwitansi penerimaan dana tersebut tercantum nama oknum Asisten Bupati Batanghari,"sebutnya.

Sementara itu MS saat dikonfirmasi, awak media via ponselnya, Rabu (10/12) terkait hal diatas, dirinya engan berkomentar.

"No coment dulu ya,"singkatnya.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top