Senin, 20 Mei 2019 |
Hukum

Nahh...Kasus Korupsi LPJU Tebo Senilai 1,6 Miliar Rupiah Bakal Ada Tersangka

Kamis, 16 Mei 2019 02:22:53 wib
ilustrasi/mediaindonesia.com

JAMBIDAILY HUKUM - Setelah lama terkatung-katung sempat terhenti karena menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terkait jumlah kerugian negara terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) tahun 2017 yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo sudah bisa dilanjutkan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo melalui Kasi Pidsus Kejari Tebo, Efan Apturedi “Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Jambi, kerugian negera pada kasus LPJU tersebut mencapai Rp1.689.702.582,” Sebutnya kepada wartawan sembari menyebutkan dengan sudah adanya hasil audit tersebut, pihak sudah bisa masuk kedalam tahapan selanjutnya terkait kasus ini.
 
“Dalam waktu dekat kita akan segera melakukan ekspose gelar perkara dan sekaligus akan menetapkan siapa yang akan menjadi tersangka dalam kasus LPJU ini nantinya,” terangnya lagi.

Namun dirinya menolak merincikan lebih lanjut siapa saja yang bakal menjadi tersangka dengan alasan bahwa sekarang timnya sedang menyusun laporan perkembangan penyidikan dan melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka.

“Untuk siapa saja tersangkanya nanti saja ya pas kita gelar perkara besok,” katanya lagi.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya dalam penanganan kasus LPJU ini kejari Tebo membutuhkan waktu yang sangat lama karena harus memeriksa 107 orang Kepala Desa se-Kabupaten Tebo, karena kasus ini sebanyak 107 desa se-Kabupaten Tebo diharuskan mengadakan minimal 5 unit LPJU dengan harga Rp.7 juta per unit.

Sejak Mei 2018 kemarin pihak Kejari Tebo telah menerbitkan surat perintah penyelidikan kasus mark up anggaran pengadaan LPJU Tebo dari dana desa (DD).

Selanjutnya, pada Juli 2018 Kejari Tebo akhirnya meningkatkan status kasus LPJU tersebut ke tahap penyidikan.

Pada kasus ini, tim penyidik Kejari Tebo telah memeriksa lebih dari 300 orang saksi terdiri dari Kepala, Sekretaris dan bendahara desa se-Kabupaten Tebo. Tim penyidik juga telah memeriksa camat serta beberapa pegawai dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tebo, begitu juga dengan rekanan dan distributor LPJU. (yan)

 


Editor: Hendry Noesae
Sumber: jambiseru.com (Media Partnership Jambidaily.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top