Jumat, 17 Agustus 2018 |
Ekonomi

Nahhh...Sejak Bantuan Pompong, Dinas Perikanan Tanjabtim Belum Memiliki Data Hasil Produksi Nelayan

Minggu, 06 Mei 2018 20:33:21 wib
ilustrasi

JAMBIDAILY MUARASABAK - Sejak digulirkanya bantuan pompong dan alat tangkap tahun 2012 silam untuk nelayan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Dinas Perikanan hingga kini belum memiliki data berapa tingkat produktivitas hasil tangkapan nelayan.

Hal itu diakui Kadis Perikanan Tanjabtim, Ibnu Hayat mengatakan untuk produktivitas hasil tangkap nelayan pihak Dinas Perikanan memang belum memiliki data yang sifatnya capaian presentasi hasil tangkap nelayan tersebut. 

"Kalau produktivitasnya belum kita ukur karena itu sifatnya tercatat dan data untuk berapa presentasi peningkatan ekonomi nelayan setelah digulirkanya bantuan selama ini kita belum sampai kesitu," kata Ibnu Hayat diruang kerjanya (Kamis, 3/5/2018).

Padahal sebebelumnya, Dinas Perikanan Tanjabtim menyebutkan Nelayan Tanjabtim sudah mampu memproduksi ikan 24 ribu ton per tahun dan jumlah tersebut, meningkat dibandingkan hasil tangkapan tahun 2011 dengan peningkatan 0,4 persen.

"Ini berdasarkan data tahun 2012 lalu mudahan ditahun selanjutnya akan meningkat lagi,"dikutip ucapan mantan Kadis Perikan Tanjabtim Ahmad Riadi Pane kepada media (21/4/2013) lalu.

Pernyataan tersebut menjadi bertolak belakang, Ibnu Hayat mengungkapkan Dinas Perikanan baru sebatas memberikan bantuan untuk para nelayan dan belum mengarah kependataan berapa, peningkatan hasil tangkapan serta sejauh mana peningkatan ekonomi keluarga nelayan saat ini.

"Dengan adanya bantuan tersebut minimal ketergantungan nelayan dengan tokeh sedikit berkurang paling dia sama tokeh hanya minjam minyak sama es balok untuk ikan. Tidak ada lagi potongan pompong," Ungkapnya.

"Dan dalam kurun waktu sekian bulan dia tidak lagi memperbaiki alat tangkapnya serta nelayan bisa akan lebih lama di laut menangkap ikan, hanya baru sebatas itu yang bisa kelihatan,"tambahnya. (*)

Penulis: Hendri R
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top