Rabu, 20 November 2019 |
Suaro Wargo

Nova Afriani: Sejarah Singkat serta Ulama yang Terlibat Dalam Penyebaran Agama Islam Ke Kawasan Melayu Jambi

Sabtu, 19 Mei 2018 15:24:51 wib
ilustrasi peta provinsi Jambi/Wikipedia.org

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Kota Jambi adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibukota dari provinsi Jambi , Indonesia. Kota Jambi dibelah oleh sungai yang bernama Sungai Batanghari, kedua kawasan tersebut dapat dihubungi oleh Jembatan Aur Duri 1 dan Aur Duri 2. Jambi merupakan salah satu Provinsi yang terletak di tengah pulau Sumatera dan memiliki jalur pelayaran dengan Malaka serta China. Agama asli masyarakat Jambi (pra-Melayu kuno abad ke-3) adalah agama primitive yang memiliki pondasi animisme, dinamisme, bahkan pantheisme. Pada abad ke-9 sampai abad ke-12, Jambi dikuasai oleh kerajaan Melayu yang beragama Hindu-Budha, hal ini ditandai dengan berdirinya Candi yang terletak di Muaro Jambi yang dikenal juga dengan nama Candi Muara Takus. 

Candi Muara Takus merupakan kawasan candi terluas di Asia Tenggara yanti lebih kurang 250 ha yang terdiri dari 60 bangunan candi, ini menggambarkan betapa besar pengaruh ajaran Hindu-Budha dalam kehidupan masyarakat Jambi ketika itu. Bahkan dapat dikatakan bahwa Candi Muaro Takus ini merupakan pusat belajar agama Hindu-Budha terbesar di Asia Tenggara.

Pada akhir abad ke-19, di daerah Jambi terdapat kerajaan atau Kesultanan Jambi. Provinsi Jambi ini pun merupakan bekas wilayah Kesultanan Islam Melayu Jambi (1500-1901 M). Kesultanan ini memang tidak berhubungan secara langsung dengan dua kerajaan Hindu-Budha pra-islam. Sekitar abad ke-6 M sampai awal abad ke-7 M, berdiri Kerajan Melayu (Melayu Tua) yang terletak di Muara Tembesi (kini masuk wilayah Batanghari, Jambi). “Tanah Pilih Pesako Betuah”, merupakan Motto Kota Jambi yang mengandung pengertian “Bahwa Kota Jambi sebagai Pusat Sosial Ekonomi serta Kebudayaan juga mencerminkan jiwa masyarakatnya sebagai duta kesatuan baik individu, keluarga, dan kelompok maupun secara institusional yang lebih luas, berpegang teguh dan terikat pada nilai-nilai adat istiadat dan hukum adat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Kononnya Tuanku Ahmad Salim dari Gujarat (India) berlabuh diselat Berhala, Jambi. Dan meng-islamkan orang-orang melayu disana. Beliau bernama lengkap Syeikh Ahmad Salim bin Syeikh Sultan Al-Arifin Sayyid Ismail.

Banyak versi yang dikemukakan mengenai masuknya islam ke Jambi, baik dari cerita tradisional maupuun catatan resmi sejarah dan sumber lokal. Dari beberapa sumber dapat diketahui bahwa orang yang pertama membawa islam ke Jambi adalah seorang berkebangsaan Turki bernama Ahmad Salim, beliau adalah seorang saudagar yang diutus oleh ayahnya dari Turki untuk melakukan perdagangan ke Asia/Jambi. Ahmad Salim kemudian menikah dengan salah seorang putri dari Raja Aditiawarman yang beragama Budha dan dikenal dengan gelar Putri Selaras Pinang Masak(penguasa Jambi sebelumnya) yang kemudian menganut agama islam. 

Pernikahan antara Ahmad Salim dan Putri Selaras Pinang Masak dianugerahi tiga orang putera dan satu orang puteri. Puterinya bernama Orang Kayo Gemuk dan ketiga putera nya masing-masing menjadi menjadi Raja di Negeri Jambi, yaitu : Orang Kayo Pingai (1480-1490 M), Orang Kayo Pedataran (1490-1500 M), Orang Kayo Hitam (1500-1515 M).  Setelah itu Ahmad Salim mulai mengembangkan Agama Islam dan mengikis pengaruh agama Budha. Ahmad Salim diberi gelar Datuk Paduko Berhalo dan beliau dianggap sebagai orang pertama yang menyebarkan agama islam di Jambi (Abad ke XV).

Putera bungsu Datuk Paduko Berhalo (Orang Kayo Hitam) berhasil menyebar luaskan Agama Islam ditanah Melayu Jambi dan Islam semakin berkembang sejak tahun 1500 M. Ketekunan Orang Kayo Hitam dalam melakukan penyebaran Agama Islam diperlihatkan dengan diberlakukannya undang-undang pemerintahan Pucuk Undang nan Delapan, hukum ini berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Selain itu juga Agama Islam telah menjadi identitas adat masyarakat Melayu Jambi seperti yang tertulis di pepatah  adat Melayu Jambi “adat bersendi syarak, syarak bersendikan kitabullah”. Demikianlah peran Orang Kayo Hitam dalam melakukan Penyebaran Agama Islam dikawasan Melayu Jambi, nama besar beliau pun bahkan terkenal hingga ke pulau jawa.

 

 

...
Ditulis Oleh
Nama: Nova Afriani
Jurusan: Ekonomi Syariah
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

 

 

*Isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top