Senin, 20 Mei 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Nugroho Budi Waluyo, Guru Biologi SMA Negeri 1 Jambi Juara Pantun Provinsi Jambi

Minggu, 05 Mei 2019 11:00:35 wib

JAMBIDAILY PENDIDIKAN - Prestasi luar biasa diraih guru Biologi SMA Negeri 1 Jambi, Nugroho Budi Waluyo S.Pd M.Pd, Beliau berhasil menjadi Juara 1 lomba pantun di ajang Festival muatan lokal tingkat SMA se-Provinsi Jambi tanggal 2-4 tahun 2019.   

Ketika ditanya sejak kapan menggeluti pantun? Jawabnya, Sejak sekolah dulu. Banyak  berpantun setelah tinggal di Jambi. Suka dimintai tolong orang yang mau memberikan sambutan. Minta dibuatkan pantun sebagai kata pembuka atau kata penutup.  

“Juga selalu saya gunakan sendiri dengan berpantun pada saat sebagai pembawa acara diberbagai kegiatan. Biar praktis tidak bertele-tele, tiap perpindahan acara satu ke yang lainnya saya rangkai dengan pantun,” kata Nugroho, Guru alumni Universitas Indonesia dan gelar pasca sarjana digapainya di Universitas Jambi.

Lanjutnya persiapan lomba yang ia lakukan, ia tahu hanya berpantun dengan topik kearifan lokal Jambi. Tentang teknik lomba, apakah berpantun monolog atau jual beli pantun sampai hari H belum tahu.

“Untuk persiapan lomba, saya baca dan pelajari tentang Jambi. Nama tempat, nama  makanan, nama permainan dan lainnya. Lalu menghimpun konsep-konsep dengan sedikit corat-coret agar alurnya jelas, pantun mana yang cocok untuk pembuka, pantun untuk intinya, atau untuk penutup,” jelas Bapak dari dua putra, itu.
 
Tambahnya pantun merupakan budaya Indonesia, terutama budaya melayu. Saat ini, kurang diperhatikan apalagi oleh generasi milenial. Hanya orang tertentu yang mau  berpantun, jika dibiarkan akan punah.
 
“Untuk peserta lomba pantun masih sedikit peminatnya. Untuk siswa diikuti 16 peserta dari  seluruh SMA kabupaten dan kota. Sedangkan kelompok guru hanya diikuti 3 peserta, semuanya dari kota Jambi,” imbuh lelaki yang 
lahir di Muntilan Magelang, pada 15 Agustus 1968 silam, ini.

Terakhir ia mengatakan, merasa senang dan gembira meraih juara 1 karena sudah menyalurkan isi hati, untuk memperluas wawasan, sekaligus untuk melestarikan budaya Melayu khususnya Jambi. Berhubung lomba ini pertama kali ia ikuti tanpa teks, demam panggung juga ia rasakan, saat jual beli pantun dengan dewan juri, baru muncul ide setelah turun panggung.

“Sebagai juara tentu sangat bersyukur dan bahagia. Rasanya masih belum puas karena  belum merasakan alur lomba dengan persaingan yang menantang. Semoga pada even lain  bisa mengikuti dengan jumlah peserta yang banyak. Sehingga merasa sungguh teruji dan  lebih terasa jika jadi juara,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.

Selamat ya Pak Nugroho atas prestasi yang telah diraih. (SB)

KOMENTAR DISQUS :

Top