Senin, 21 Oktober 2019 |
Wisata & Budaya

Pemuda Berbakat Indonesia asal Jambi, Raih Juara II Festival Zaitun “Olive” Internasional 2019 di Kyrenia-Siprus Turki

Senin, 07 Oktober 2019 19:03:04 wib

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Membanggakan, Edi Dharma pemuda kreatif dan inovatif asal provinsi Jambi-Indonesia, sang juara II Festival Zaitun “Olive” Internasional ke-8 tahun 2019 di Kyrenia-Cyprus, Turkish.

Edi Dharma selaku peraih juara II bersama para pemenang lainnya mendapat kesempatan khusus berkunjung ke Kyrenia Siprus, Turki Utara, tanggal 3 hingga 7 Oktober 2019 "Alhamdulilah sudah sampai di Kyrenia Turkish dengan selamat, dalam rangka festival Zaitun Internasional 2019. Terima Kasih kepada kawan-kawan dan keluarga yang mensupport saya selama ini, maaf tidak bisa disebut nama dan jabatannya masing-masing," Ucap Edi Dharma.

Selain prosesi penerimaan hadiah, penyelenggara juga mengajak pemenang wisata budaya. Karya pemenang dipamerkan secara umum kepada khalayak di balai kota Kyrenia-Cyprus

"Karya ku dan kartunis internasional di pajang di balaikota Kyrenia Cyprus, langsung dinikmatin masyarakat luas," Tutur Edi Dharma.

Tidak hanya memanjakan pemenang dengan wisata dan pertunjukan seni, namun juga mendapatkan ruang adu kemampuan berupa 'caricature show' kepada para pengunjung festival, bagian dari jadwal 'Zaityn festival Cartoon International Turkhis-Cyprus 2019'.

Edi Dharma mendapatkan 'Silver Medal' atau Medali Perak menyisihkan 1.018 karya yang masuk ke panitia ciptaan 458 kartunis dari 61 negara.

Karya-karya yang masuk ini dinilai pada 10-14 Juni 2019 di Hotel Grand Pasha, Kyrenia Siprus. Karya para pemenang ini akan dipamerkan di Olive Festival ke-18 tahun 2019. Dan, seluruh biaya transportasi juga akomodasi ditanggung panitia.

"Semoga kedepan bisa menjadi perhatian lebih bagi pemerintah daerah khususnya pemkot Jambi dan Provinsi Jambi, karena saya dan rekan seniman lainnya di Jambi merasa menjadi anak tiri. Inilah bukti kami bisa berprestasi tidak hanya ajang lokal bahkan Internasional," Harap Edi Dharma, kepada jambidaily.com (Senin, 7/10/2019).

Sebelumnya Edi Dharma, meraih prestasi sebagai terbaik tiga dunia dalam ajang National Travel Cartoon 2019 (Pameran Kartun Internasional) di Malaysia, Januari 2019 yang lalu. Edi Dharma hadiri Kelantan Art and Culture Festival (KACF) 22-24 Maret 2019 di Perkaranga Stadium Sultan Muhammad IV, Kota Bharu Kelantan, Malaysia.

Edi Dharma mendapat undangan langsung dari Kerajaan Negeri Kelantan melalui pusat penerangan pelancongan negeri Kelantan (TIC) untuk menghadiri KACF 2019 yang terselenggara atas kerjasama Majlis perbandaran kota Bahru Bandaraya Islam (MPKB-BRI).

Dari laman wikipedia, Kyrenia (bahasa Yunani: Κερύνεια Pengucapan Yunani: [t͡ʃeˈɾiɳˑa]; bahasa Turki: Girne [ˈɟiɾne]) adalah sebuah kota yang terletak di pesisir utara Siprus. Kota ini dikenal akan pelabuhan dan kastil bersejarahnya. Secara de facto kota ini dikendalikan oleh negara Siprus Utara.

Hasil penggalian arkeologis menunjukkan bahwa Kyrenia mungkin sudah dihuni semenjak tahun 5800-3000 SM, tetapi kota ini secara resmi didirikan oleh orang-orang Akea dari Peloponnesus seusai Perang Troya. Bangsa Romawi lalu mendirikan fondasi kastil di Kyrenia pada abad ke-1 M. Kyrenia menjadi kota yang semakin penting pada abad ke-9 karena kastilnya menjadi jaminan keamanan. Pada masa kekuasaan Wangsa Lusignan, kota ini juga menjadi kota yang penting karena kota ini tidak pernah menyerah kepada musuh-musuh Lusignan. Setelah Siprus dikuasai oleh Republik Venesia, kastil di Kyrenia dibangun ulang pada abad ke-15. Kota ini pada akhirnya menyerah kepada Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1571.

Pada tahun 1831, setengah penduduk kota ini merupakan orang Kristen, sementara setengah lainnya adalah orang Muslim. Namun, pada masa penjajahan Britania, banyak orang Siprus Turki yang melarikan diri ke Anatolia, sehingga orang-orang Siprus Yunani menjadi mayoritas. Kota ini tidak terlalu terkena dampak kekerasan antarkomunal di Siprus, tetapi penduduk Siprus Yunani-nya (yang berjumlah sekitar 2.650 orang) melarikan diri atau dipaksa mengungsi akibat invasi Turki ke Siprus pada tahun 1974. Saat ini kota ini dihuni oleh orang-orang Siprus Turki, pendatang dari daratan Turki serta ekspat dari Britania, dengan jumlah penduduk sekitar 33.207 jiwa.

Kyrenia merupakan pusat ekonomi dan budaya dan telah dianggap sebagai ibukota wisata Siprus Utara. Di kota ini juga terdapat tiga universitas dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 14.000 orang.

(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:
Lagi, Edi Dharma Kartunis Jambi Juara di Kancah Internasional Kali Ini Menembus Eropa

KOMENTAR DISQUS :

Top