Selasa, 23 Juli 2019 |
Nasional

Pengungsi Banglades Minta Bertahan di Aceh

Selasa, 19 Mei 2015 01:09:13 wib
Sohidar (25 tahun), warga Rohingya berbicara dengan suaminya yang bekerja di Malaysia (REUTERS/Minzayar)

JAMBIDAILY NASIONAL-Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk urusan pengungsi (UNHCR) menyebutkan, sebanyak 332 warga asal Myanmar yang terdampar di Aceh pada gelombang pertama meminta suaka ke Malaysia.

UNHCR telah mendata dan mewawancara warga Myanmar yang pertama terdampar di laut Kecamatan Suneudon, Aceh Utara. Sebanyak 582 warga Myanmar dan Banglades itu diselamatkan oleh nelayan setempat.

"Khusus warga Myanmar yang gelombang pertama sudah dimintai keterangan semuanya, mereka meminta ingin diberikan suaka, tidak mau dipulangkan ke negaranya dengan alasan mau menjadi korban kekerasan yang terjadi di Myanmar," kata Mitra Salima Suryono, Public Information Officer UNHCR, saat dihubungi VIVA.co.id, Senin, 18 Mei 2015.

Menurut Mitra, warga Myanmar yang sudah dimintai keterangan, mereka meminta suaka ke Malaysia, dengan alasan mereka ingin mencari keluarga atau temannya yang sudah pernah mendapat suaka dan bekerja di Negeri Jiran.

"Mayoritas meminta suaka di Malaysia ingin mencari kerabat  di sana," ujar Mitra.

Sebanyak 332 warga Myanmar sebut Mitra, mulai yang dewasa hingga balita. Saat ini warga Myanmar tersebut ditempatkan di penampungan TPI Desa Kuala Cangkoy, Lapang, Aceh Utara.

Sedangkan warga Banglades gelombang pertama kata Mitra, di antara mereka ada yang ingin dipulangkan ke negara asalnya dan ada pula ingin tetap di Aceh.

"Saya ingin kerja di Aceh saja, tidak ingin pulang ke Banglades. Orang-orang Aceh baik semua, berikan saya kerja di sini," kata Muhammad Husein warga Banglades.

UNHCR akan melanjutkan pendataan dan memintai keterangan kepada 678 para imigran Myanmar dan Banglades yang terdampar pada gelombang kedua. Saat ini para imigran yang terdampar di laut Langsa, Minggu, 15 Mei 2015 lalu, ditampung di Pelabuhan Kuala Langsa.(Viva.co.id)

KOMENTAR DISQUS :

Top