Jumat, 24 Januari 2020 |
Nasional - Hukum

Penjualan Satwa, Kapolda Sebut Keterlibatan Jaringan International

Rabu, 02 November 2016 12:12:57 wib
Kapolda Jambi dan Jajaran memperlihatkan barang bukti daging tringgiling beku

JAMBIDAILY HUKUM-Terkait penggerebekan gudang penyimpanan satwa yang dilindungi jeni tringgiling di Desa Kilangan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Kapolda Jambi menyebut keterlibatan jaringan penjualan satwa international.

"Melalui pengembangan, ada indikasi keterlibatan sindikat perdagangan satwa liar jaringan internasional.  Satwa ini dikirim keluar negeri, ke Tiongkok, Malaysia dan Taiwan serta Singapore. Sudah cukup lama kegiatannya,"papar Brigjen Pol Yazid Fanani, dalam  Press Realease, Selasa (01/11) di Batangahari.

Dijelaskan bintang satu jajaran Polda Jambi ini, terungkapnya perdagangan satwa liar dilindungi ini, pada Jumat (28/10/16) dinihari lalu.

"Ditreskrimsus Polda Jambi, berhasil mengamankan seberat 5,5 ton trenggiling beku dan 20 kilogram sisik trenggiling yang sudah dimasukkan ke dalam karung beras."

Terungkapnya gudang penyimpanan trenggiling beku, berdasarkan informasi yang dikembangkan pihak Polda Metro Jaya saat melakukan penyidikan kejahatan Narkotika.

"Polda Jambi telah menetapkan tiga tersangka. Ada tiga orang yang telah di tetapkan sebagai tersangka, yakni SM,WM serta YKY yang merupakan WNA asal Malaysia,”terang Kapolda.

Dari hasil pemeriksaan, daging trenggiling dijual seharga 400 USD perkilo. Sementara untuk kulit atau sisik trenggiling dijual  seharga Rp. 3 juta/Kg.

“ Tersangka akan dijerat dengan Pasal 21, Pasal 40 UU No 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta,” tegasnya.(*)


Penulis   : Syahreddy
Editor    :  Hery FR

KOMENTAR DISQUS :

Top