Jumat, 15 November 2019 |
Ekonomi

Peremajaan Kebun Sawit Petani Swadaya Sinar Mas Andalkan Kemitraan Terintegrasi

Jumat, 13 Oktober 2017 20:32:10 wib
(Kiri ke Kanan) Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit, Dono Boestami; Ketua Koperasi Sawit Kandis Sejahtera, Alfan Lubis; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution; Irmiyati Rahmi Nurbahar, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Ditjen Perkebunan dan Direktur PT Ivo Mas Tunggal, Franciscus Costan, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food setelah menandatangani nota kesepakatan bersama peremajaan kebun kelapa sawit di acara program peremajaan kebun kelapa sawit oleh Presiden RI Joko Widodo di Desa Panca Tunggal, Sungai Lilin, Musi Banyuasin (13/10)

JAMBIDAILY EKONOMI - Jakarta, 13 Oktober 2017, Melalui kemitraan terintegrasi Sinar Mas Agribusiness and Food sejak 2015 secara bertahap telah mendukung peremajaan perkebunan kelapa sawit milik petani swadaya. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk meremajakan perkebunan sawit rakyat. Komitmen ini diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama untuk mendukung program peremajaan kebun kelapa sawit selama 12 bulan ke depan dan selanjutnya. 

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jendral Perkebunan, Ir. Bambang, MM, Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Dono Boestami, Direktur PT Ivo Mas Tunggal Franciscus Costan salah satu entitas anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Ketua Koperasi Sawit Kandis Sejahtera Alfan Lubis, disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. 

“Program peremajaan kebun sawit petani swadaya telah kami mulai sejak 2015. Melalui program kemitraan yang terintegrasi, kami memberikan pendampingan on-farm dalam bentuk pemberian benih bersertifikat, penggunaan pupuk, praktik agronomi berkelanjutan, dan mencarikan sumber pendanaan, dengan jaminan panen (off-taker),” kata Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O. 

Widjaja saat menghadiri penanaman perdana Program Peremajaan Kebun Kelapa Sawit yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (13/10). Dalam praktiknya, program kemitraan kerap terkendala aspek legalitas lahan, lahan petani swadaya yang belum bersertifikat, lemahnya organisasi koperasi, kurangnya pemahaman praktik agronomi yang baik, serta sulitnya mendapatkan pendanaan bank. 

Dalam pidatonya hari ini, Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian proses perizinan dan pembuatan sertifikat lahan, sehingga peremajaan kebun kelapa sawit milik petani swadaya dapat dilakukan sesegera mungkin. Karena melibatkan lintas pihak, termasuk perbankan, Franky juga mengingatkan bahwa aspek legalitas lahan adalah syarat penentu, padahal bagi para petani swadaya, hal itu justru menjadi kendala utama, seperti misalnya kepemilikan sertifikat. 

“Dibutuhkan adanya penyesuaian regulasi, sehingga skema pembiayaan inovatif ini dapat berlangsung optimal, dimana perbankan tak ragu menyediakan dukungan pendanaan dengan suku bunga yang ringan.” Ungkapnya.

Di tempat yang sama, Managing Director Sinar Mas, Gandhi Sulistiyanto mengatakan, “Kemitraan terintegrasi kami harapkan dapat memperkuat program pemerintah lainnya, yakni memperkuat sekaligus menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” Ujarnya.

Saat ini peremajaan yang dilakukan Sinar Mas Agribusiness and Food telah menjangkau lebih dari 600 petani swadaya dengan keseluruhan perkebunan seluas lebih dari 1.400 hektar di Riau dan Jambi. Saat ini, perusahaan ini telah berhasil mengidentifikasi potensi lahan 3,500 hingga 5,000 hektare petani swadaya di Sumatra Utara, Jambi dan Riau. Di Indonesia, secara keseluruhan tercatat ada 4,7 juta hektare kebun sawit rakyat, dimana 800.000 hektare diantaranya mendesak untuk diremajakan. 


Tentang Sinar Mas
Sinar Mas Agribusiness and Food Sinar Mas Agribusiness and Food yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR) adalah salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan total luas areal tanam di Indonesia mencapai lebih dari 480.000 hektar (termasuk kebun milik petani swadaya) per tanggal 30 Juni 2017. Perusahaan memiliki operasi terpadu yang memproduksi bahan pangan yang berbahan baku minyak nabati. Sinar Mas Agribusiness and Food fokus pada produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Di Indonesia, kegiatan utamanya meliputi budidaya dan pemanenan pohon kelapa sawit; pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit; penyulingan CPO menjadi produk dengan nilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening dan biodiesel; serta perdagangan produk kelapa sawit ke seluruh dunia. 

Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan memiliki pelabuhan, pabrik penghancur biji sawit, memproduksi berbagai produk minyak nabati olahan, serta produk makanan lainnya seperti mie. Didirikan pada tahun 1996, GAR tercatat di Bursa Efek Singapura pada tahun 1999 dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 3,4 miliar per tanggal 30 Juni 2017. Perusahaan investasi Flambo International Limited saat ini merupakan pemegang saham terbesar GAR, dengan kepemilikan saham sebesar 50,35 persen. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992.

 

Sumber: Rilis

KOMENTAR DISQUS :

Top