Minggu, 17 November 2019 |
Peristiwa

Pesawat Terbesar Sejagat Resmi Berpindah ke Tangan Misterius

Minggu, 13 Oktober 2019 11:51:53 wib
Foto: Stratolaunch

JAMBIDAILY PERISTIWA - Stratolaunch, pesawat terbesar di dunia kini resmi berpindah kepemilikannya. Sebelumnya, pesawat hasil warisan pendiri Microsoft Paul Allen tersebut dijual sebesar USD 400 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun.

Pesawat tersebut dilego oleh induk perusahaan, yaitu Vulcan Inc, yang menjual Stratolaunch System ke perusahaan lain yang tak disebut namanya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (13/10/2019).

Kabar ini muncul empat bulan setelah beredar rumor yang menyebut Stratolaunch akan ditutup, menyusul kematian Allen pada Oktober 2018. Saat itu, CNBC menyebut Stratolauch System bakal dijual, yang saat itu valuasinya mencapai USD 400 juta.

Pendiri Virgin Group Richard Branson saat itu menyatakan ketertarikannya pada Stratolaunch, karena teknologi peluncur yang dipakai perusahaan tersebut serupa dengan teknologi yang dipakai oleh Virgin Galactic dan Virgin Orbit.

Stratolaunch yang berbasis di Seattle dan Mojave, Amerika Serikat, mendesain pesawat penumpang yang sangat besar. Pesawat itu mempunyai rentang sayap 385 kaki dan dianggap sebagai yang terbesar di dunia.

Pesawat itu terbang perdana pada April, yang menjadi satu-satunya penerbangan pengujiannya sampai saat ini. Lalu pada 2018 mereka mengumumkan akan mendesain armada roket untuk dipasang di pesawat, termasuk pesawat luar angkasa.

Namun beberapa bulan setelah kematian Allen, Stratolaunch mengumumkan kalau mereka akan mengendurkan operasinya dan tak lagi mengembangkan sistem roket baru. Jumlah karyawannya saat ini hanya 21 orang, merosot drastis dari 77 orang pegawai yang ada pada Desember lalu.

"Kami memperkecil operasi kami, berfokus pada pesawat dan kemampuan kami untuk mendukung peluncuran Northrop Grumman Pegassus XL," ujar perusahaan itu dalam pernyataan resminya.


(agt/agt)/detik.com

KOMENTAR DISQUS :

Top