Senin, 09 Desember 2019 |
Hukum

Polisi Halau Massa yang Ingin Dekati Kantor Dubes Myanmar

Sabtu, 02 September 2017 15:04:07 wib
Pengunjuk rasa membakar poster bergambar tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017). Massa mengecam tindakan kekerasan terhadap umat Islam Rohingya dan menyerukan agar duta besar Myanmar diusir dari Indonesia. Pengunjuk rasa membakar poster bergambar tokoh Myanmar Aung San Suu Kyi di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017). Massa mengecam tindakan kekerasan terhadap umat Islam Rohingya dan menyerukan agar duta besar Myanmar diusir dari Indonesia.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

JAMBIDAILY NASIONAL - Massa yang tergabung dalam Komunitas masyarakat profesional bagi kemanusiaan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jalan H Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017).

Mereka sempat berusaha mendekati pintu masuk Kedubes. Namun, aksi massa tersebut segera dihalau oleh polisi yang berjaga.

Meski sempat memaksa, massa akhirnya menuruti imbauan Kepala Polsek Menteng Ajun Komisaris Besar (AKBP) Ronald Purba.

"Kedutaan besar atau perwakilan asing, baik rumah atau kantor, itu adalah objek vital yang menjadi tanggung jawab Polda. Kami di Polsek memiliki tanggung jawab, jangan sampai kantor diplomat asing ini mengalami gangguan," ujar Ronald di depan Kantor Kedubes Myanmar.

Pantauan Kompas.com, massa yang berunjuk rasa membawa poster dan gambar wajah pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Di samping gambar tokoh Myanmar itu dituliskan kata-kata "The Inhuman Lady".

Massa yang berdiri di depan Kantor Kedutaan berusaha mendekat dan ingin menempelkan poster-poster tersebut.

Beberapa dari mereka kemudian membakar poster dan menginjak-injak gambar wajah Aung San Suu Kyi.

Namun, karena terus dihalau polisi, massa akhirnya mundur dan hanya melakukan orasi di depan Kantor Kedutaan.

 

(Polisi berusaha menghalau massa yang ingin mendekat ke Kantor Kedutaan Besar Myanmar di Jalan H Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

 

Massa yang hadir membawa sebuah mobil pick up yang dilengkapi pengeras suara.

Puluhan orang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017). Massa mengecam tindakan kekerasan terhadap umat Islam Rohingya dan menyerukan agar duta besar Myanmar diusir dari Indonesia.

Puluhan orang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar di Jalan Agus Salim, Menteng, Jakarta 
Komunitas masyarakat profesional bagi kemanusiaan Rohingya mendesak agar Pemerintah Indonesia menarik Duta Besar RI di Myanmar.

Hal ini sebagai sikap tegas terkait terus berlangsungnya kekerasan mematikan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Kekerasan mematikan semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar, dalam beberapa hari terakhir, dengan hampir 100 orang tewas.

Korban tewas meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya terus berlanjut.

Kekerasan juga membuat ribuan Muslim Rohingya khawatir dan melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

 

(Kompas.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top