Senin, 21 Oktober 2019 |
Ekonomi

Sampah Tutupi Sungai di Pematang Rahim

Rabu, 18 September 2019 17:35:32 wib
JAMBIDAILY TANJABTIM - Kondisi jalur transportasi sungai yang berada di Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), lumpuh total. Hal ini disebabkan oleh tumpukan sampah yang menutupi seluruh badan sungai. Akibatnya, sungai tidak dapat dilewati oleh ketek, perahu dan 'speed boat' pengangkut barang dan penumpang.

Untuk itu, warga Desa Pematang Rahim berinisiatif untuk membersihkannya sendiri dengan cara bergotong royong dan menyewa alat berat. Menurut warga, persoalan ini telah lama terjadi. Dan diharapkan, ada perhatian serius dari Pemerintah setempat untuk menuntaskan masalah ini, sehingga tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Ya, sungai kami ini sudah lama seperti ini, sehingga kami yang memiliki angkutan sungai sering terhambat beraktifitas karena tumpukan sampah ini," kata Yunus, salah seorang warga setempat.

Ia menjelaskan, kalau jalur transportasi sungai ini merupakan satu satunya akses sungai warga menuju Desa Pematang Rahim untuk membawa hasil pertanian maupun jika bepergian. Sehingga kebersihan sungai ini memang sangat diperlukan.

"Ini biasanya kita gunakan sebagai akses sungai ketika bepergian dan membawa hasil panen kami. Kalau ini dibiarkan, maka kegiatan kami akan lumpuh total seterusnya," ungkapnya.

Yunus juga menuturkan kalau, masyarakat Desa Pematang Rahim sangat kesulitan dan kemampuan juha terbatas jika membersihkannya secara manual. Namin kalau sungai tersebut dibersihkan menggunakan alat berat secara terus menerus, tentunya akan memerlukan anggaran yang tidak sedikit.

"Ya, kalau kami bersihkan menggunakan kemampuan manusia, saya rasa tidak akan mampu. Karena sudah terlalu banyak tumpukan sampahnya," sebutnya.

Kondisi ini menurutnya, hampir setiap tahun terjadi disaat musim kemarau. Untuk itu, masyarakat sangat berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah untuk menanggapi keluhan masyarakat Desa Pematang Rahim.

"Ya, pasti perlu dana besar jika kami menggunakan alat berat. Sungai ini perlu dilakukan pelebaran dan pengerukan dibagian dalam sungai. Makanya perlu bantuan pemerintah," tukasnya.

Terpisah, Camat Mendahara Ulu, Sarjuna ketika dikonfirmasi membenarkan. Dia menyebutkan, bahwa pihaknya sudah melakukan rapat bersama dengan pihak pemerintah desa sebagai upaya tindak lanjut untuk mengangkat sampah di sungai tersebut.

"Pihak desa sudah membuat proposal yang ditujukan kepada PetroChina dan WKS yang diketahui oleh Camat. Karena PetroChina dan WKS yang hanya memiliki alat berat lengan panjang, makanya kita minta bantu sama perusahaan," imbuhnya.

Penulis: Hendri Rosta /Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top