Jumat, 24 Mei 2019 |
Pendidikan & Teknologi

Sertifikasi Melalui PPG, Diknas: Guru Harus Lebih Cerdas

Kamis, 21 Maret 2019 19:00:16 wib
Kabid pendidik dan tenaga Kependidikan PTK, Meiheriansyah

JAMBIDAILY TANJABTIM - Sejak tahun 2016 sertifikasi tidak lagi melalui diklat 40 hari dan diganti menggunakan Pendidikan Profesi Guru (PPG), Dinas Pendidikan Sebut para Guru harus lebih cerdas.

Pemerintah pusat menilai diklat 40 hari yang diberlakukan sejak lama tersebut dinilai terlalu mudah. Sehingga pada tahun 2016 keatas mulai diterapkan PPG yang menjadi syarat utamanya harus kuliah Satu semester.

“Untuk berkuliah selama satu semester tersebut sudah ditentukan oleh Kemendikbud, mana saja perguruan tinggi yang sesuai jurusan. Salah satunya kampus kampus yang telah akreditasi A atau minimal B,” ujar Kabid pendidik dan tenaga Kependidikan PTK Meiheriansyah Kamis (21/3/2019)

Lebih lanjut dikatakannya pula, dengan diubahnya peraturan terkait sertifikasi tadi. Para guru harus berupaya keras untuk bisa dapat memperoleh sertifikasi, karena tidak semudah seperti dulu. Sebelum mengikuti PPG mereka harus melalui seleksi pendaftaran dan tidak mudah.

“Intinya para guru harus lebih keras dan benar benar diuji kemampuan mereka, karena jika tidak lulus maka sertifikasi mereka pun tidak akan diperoleh,” jelasnya.

Untuk PPG tahun 2018 didanai dari dana APBN 46 Persen dari peserta yang lulus tes kompetensi sebelum PPG dan 54 persen yang lulus tes seleksi akan didanai dari APBD. Seperti pada tahun 2017 lalu ada lulus 79 orang dan nomor tesnya sudah keluar pada tahun 2018 lalu. 

“Nah, mereka 46 persen nya didanai dari APBN dan 54 persennya dari APBD untuk yang lulus, Untuk tahun 2019 ini PPGnya sudah dimulai dan didanai APBN dan di 2020 didanai untuk APBD,” ucapnya. 

Untuk tahun depan mendatang ada 40 orang yang akan didanai APBD. Perorangannya disiapkan Rp. 7,5 juta. Biaya tersebut hanya untuk biaya perkuliahan saja di luar biaya tempat tinggal dan biaya hidup.

Namun sayang, untuk universitas yang ada di jambi belum ada yang sesuai standar kemendikbud hingga saat ini kebanyakan menggunakan universitas di luar Jambi seperti jogja, medan dan padang. Dilihat dari perguruan tinggi yang ada yang sesuai akreditasi A dan B serta memiliki jurusan yang lengkap. 

 

Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top