Rabu, 23 Oktober 2019 |
Wisata & Budaya

Situs Perahu Kuno di Tanjabtim di Ekskavasi

Rabu, 07 Agustus 2019 22:35:06 wib

JAMBIDAILY TANJABTIM - Tim penelitian Universitas Indonesia (UI) bersama Universitas Jambi dan Badan Perlindungan Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jambi, melakukan Ekskavasi terhadap situs perahu kuno lambur, Rabu (7/8/2019).

Ekskavasi terhadap situs berejarah perahu kuno yang berada di Kecamatan Lambur I, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Terdapat beberapa poin utama yang menjadi tujuan tim dalam melakukan ekskavasi. Dalam penelitian tersebut, dijadwalkan akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan.

Ketua Tim Peneliti Arkeolog UI, Ali akbar saat dikonfirmasi dilapangan mengatakan, dalam penelitian yang dilakukan kali ini ada beberapa poin yang memang menjadi target selama ekskavasi dilakukan. 

"Diantaranya fokus penelitian ini, pertama kita mencari tahu pasti dulu posisi pasti perahu. Selanjutnya lebar dan panjang, baru selanjutnya lebih rinci jenis kapal, bahan dan dari peradaban apa untuk membuka sejarah, intinya penampakan keseluruhan bentuk," ujarnya.

Dijelaskannya, alam ekskavasi tersebut memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan membutuhkan proses, sehingga didapat hasil yang akurat dan dalam.

"Pada hari ini (kemarin, red) kita baru mulai action dijadwalkan hingga November mendatang. Di hari pertama ini kita melakukan panggilan di beberapa titik dan spot dulu," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Ali menariknya situs perahu kuno ini berdasarkan dari hasil penelitian sebelumnya tahun 1997. Perahu tersebut diketahui terdapat susunan papan dengan diikat dengan tali menggunakan teknik kuno, dan ternyata dari hasil penelitian juga diketahui bahwa teknik tersebut merupakan teknik khas asia tenggara.

"Memang untuk situs perahu kuno yang ada disini terdapat kendala, terutamanya dari segi kontur wilayah yang basah, sehingga kondisi situs sedikit lembut dan rentan hancur. Maka dari itu, kita bersama tim konservasi BPCB Jambi untuk melakukan bersama," sebutnya.

Bagian Konservasi BPCB Jambi, Rhis Eka Wibawa saat dikonfirmasi mengatakan, untuk BPCB Jambi sendiri menaungi beberapa wilayah ada Empat provinsi, Jambi, Sumsel, Bangka Belitung dan Bengkulu.

Untuk penemuan situs seperti ini sudah pernah dijumpai terutama di kawasan Sumatera, terakhir penemuan perahu sriwijaya di daerah sungai lematang sumsel.

"Ada perbedaan dengan penemuan perahu sebelumnya terutama dari segi kontur wilayahnya. Jika di Sumsel ditemukan tepat di pinggir sungai," ujarnya.

Yang menjadi perhatian tim BPCB dalam ekskavasi kali ini adalah, dimana situs saat ini berada dibawah lapisan tanah yang berbeda kontur baik suhu, maupun kondisi iklim ketika sudah berada di permukaan. 

"Karena setelah di ekskavasi situs tersebut membutuhkan perhatian lebih untuk dapat mempertahankan bentuk utuh. Disitulah peran kita sebagai konservasi untuk menjaga degradasi atau penurunan kualitas sikayu tadi," ungkapnya 

"Untuk tidak lanjut dari hasil ekskavasi ini, nantinya kita menunggu dari hasil akhir ekskavasi dan petunjuk dari Arkeolog menyesuaikan hasil akhir dari data yang didapat berdasarkan hasil ekskavasi," tukasnya. 


Penulis: Hendri Rosta
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top