Rabu, 13 November 2019 |
Jurnal Publik

SKK Migas - FJM Jambi, Bergandengan Tangan Menempuh Jarak 452 KM Menuju Paling Barat Provinsi Jambi

Minggu, 13 Oktober 2019 13:07:33 wib
Kebun Teh Kayu Aro/Foto: Ist

JAMBIDAILY JURNAL - "Kepada rekan-rekan wartawan peserta Media Gathering, harap berkumpul ke sumber suara, kita akan lakukan pembagian kelompok masing-masing 10 orang dalam setiap bis," Kata Hendi Fresco, selaku koordinator perjalanan, melalui Toa pengeras suara, Pukul: 07.30 Wib pada Rabu (09/10/2019).

Seusai absen dan pembagian kelompok yang terdiri dari 7 Bis, peserta diberikan kejutan berupa Earphone bluetooth, bagi 6 Orang dengan kehadiran paling pagi di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Kantor penghubung Jambi, Jalan Iswahyudi No.67 Talang Bakung Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.

Setelah foto bersama, 52 wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi, memulai perjalanan Pukul: 09.00 wib. Terasa menarik saat melihat jajaran Bis jenis Hi-Ace melintasi jalanan kota Jambi, dengan dipandu secara simultan melalui alat radio HT (Handy-talkie). Sehingga kecepatan, jarak antar Bis lebih terkontrol yang bertujuan meminimalisir terjadinya kecelakaan beruntun.

Awalnya peserta tertawa ringan ketika mendengar penjelasan dari koordinator, terkait sandi-sandi yang digunakan seperti KR2/4 (Kendaraan Roda 2 atau 4), Tekuk Kanan/Kiri untuk tikungan, Valentino Rossi sebutan KR2 yang melaju kencang, Ferrari bagi KR4 kecepatan tinggi, lalu Break satu kali (memperlambat kendaraan), Break Break (Kendaraan kecepatan rendah), Break break break (Kendaraan berhenti total).

Perjalanan sampai di Muara Bulian-Kabupaten Batanghari, Pukul: 10.30 disini Istirahat pertama lalu melintasi Kabupaten Sarolangun, Pukul: 13.55 Wib dan sampai di Kabupaten Bangko, Pukul: 15.35 Wib kembali istirahat makan siang menikmati hidangann khas Merangin. Secara waktu memang sangat terasa lambat selain adanya pergeseran jadwal juga kendaraan hanya dipacu dikisaran 60-80 Kilometer Per/jam.

Peserta lantas diajak berkunjung ke Museum Geopark Merangin, terletak di Jalan Mayjen Syamsuddin Uban. Museum yang resmi dibuka sejak Juli 2015 itu diperuntukan sebagai pusat Informasi Geopark, Geopark merupakan suatu kawasan yang memiliki warisan geologi dan bentang alam yang unik dan langka serta dapat dikembangkan menjadi wisata geologi.

Namun sayangnya, Museum yang memamerkan beragam bebatuan, flora juga fauna baik berupa gambar maupun fisiknya tersebut, kini mulai tampak tak terurus, berdebu dan 'sarang laba-laba' turut menghiasi Museum, sudah mulai ditinggalkan tanpa perhatian, ironis bagaimana upaya besar-besaran mengangkat geopark agar lebih terkenal, mulai 'patah semangat'.

Hendi Fresco selaku koordinator perjalanan tetap melaksanakan tugasnya, menerangkan terkait geopark merangin, situs purba kekayaan kabupaten Merangin "Geopark Merangin adalah kekayaan yang dimiliki Kabupaten Merangin khususnya dan Provinsi Jambi umumnya, informasi dan kabar dari teman-teman wartawan kepada khalayak menjadi arti sangat penting bagi Geopark Merangin di masa akan datang," Terang Hendi Fresco.

Tidak berlama-lama, peserta melanjutkan perjalanan dengan rencana istirahat sejenak di Pintu Angin Muara Emat, namun karena waktu maka diteruskan ke Danau Kerinci. Hendi Fresco dari HT terus memberikan edukasi bagi peserta, terkait histori beberapa wilayah yang dilalui rombongan.

Tiba pukul: 20.44 Wib dengan makanan pembuka khas daerah ini, Lemang Kantong Semar namanya, makanan ini dikabarkan pernah manjadi jawara saat Anugerah Pesona Indonesia (API) II dalam kategori Makanan Tradisional Terpopuler, Lemang Kantong Semar memiliki kenikmatan yang berbeda dari Lemang yang biasa dibuat dari batang bambu. 

Jarum waktu menunjukan Pukul: 23.09 Wib, suhu dingin khas pegunungan menyambut seluruh rombongan tiba di Penginapan milik Unit Usaha PTPN VI, Kayu Aro. Penjaga penginapan menyambut hangat dan sangat ramah, beriiring satu gelas minuman jahe penghangat tubuh "Silahkan diminum bapak-bapak, ini untuk menetralisir tubuh karena suhu lumayan dingin disini," Katanya.

Benar saja, Suhu disana dibuktikan dengan tidak ditemukannya Pendingin ruangan bahkan kipas angin di penginapan berstruktur bangunan lama, dengan dinding papan namun memiliki fasilitas lumayan nyaman dan lengkap, juga turut menyediakan sarapan pagi bagi pengunjung disana.

Hari kedua (Kamis, 10/10/2019), sebagian peserta bergegas lebih pagi menikmati suasana alam yang asri berbalut kabut putih tebal, sebagian lagi memilih nyaman dibalik selimut jelang berkumpul akhirnya berkumpul, Pukul: 08.30 wib di titik jumpa jelang berkeliling di kebun Teh Kayu Aro.

Rombongan Media Gathering yang tergabung di FJM Jambi, turut pula selain ketua FJM Jambi Mursyid Sonsang dan pengurus juga kepala Humas SKK Migas Sumbagsel Andi Ari Pangeran dan pengurus SKK Migas Sumbagsel serta perwakilan KKKS Jambi, bersama PetroChina International Jabung Ltd, Mandala Energy, Mont'D Or Oil Tungkal ltd, Pertamina Asset 1, Repsol dan PHE Jambi Merang.

Suhu dingin tampak dikesampingkan para wartawan, untuk berburu sisi foto menarik dihamparan hijau yang diselimuti embun dan kabut putih khas pegunungan. Ditambah lagi, wartawan dapat bertanya serta menerima penjelasan langsung dari Asisten Kepala Unit Usaha Kayo Aro PTP Nusantara VI, Heri Kurniawan.

Dalam paparannya, Heri Kurniawan menjelaskan Kebun Teh Kayu aro, sudah ada sejak tahun 1925, menghasilkan produksi 80 ton per hari dan memiliki 420 orang tenaga kerja. Saat ini luas perkebunan teh Kayu Aro yakni 1.973 hektar yang terdiri dari 5 afdeling. Ditambah 1 afdeling kebun teh seluas 500 hektar.

"Kebun Teh Kayu Aro, hamparan terluas menurut saya di dunia. Kebun teh lain itu terdiri dari beberapa hamparan dan beberapa manajemen, sementara kebun teh kayu aro dalam satu hamparan dan satu manajemen saja, juga terlengkap. Disini tidak hanya kebun saja, juga ada pabrik pengolahan. Selain itu, Teh Kayu Aro boleh diadu dan diuji kemurniannya. Produk kami tidak menambahkan apapun, saya menjamin keasliannya," Ungkap Heri Kurniawan.

Heri Kurnaiawan berharap Teh Kayu Aro dapat bersaing di negeri sendiri menghadapi tantangan banyaknya produk Teh luar yang memasuki pasar Indonesia.

"Saya berharap kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri, Teh Kayu Aro tersohor hingga Internasional namun kita masih belum mampu bersaing dengan produk Teh dari luar di pasar Indonesia. Saya berharap kepada pemerintah daerah khususnya untuk Kebun Teh Kayu Aro dimasa mendatang, Dukung dan Sokong Unit Usaha Kayu Aro," Jawab Heri Kurniawan.

Wartawan tidak hanya berkesempatan mengelilingi kebun Teh, peserta juga dapat melihat lebih dekat pabrik pengolahan walaupun hanya sebatas tahap awal saja karena area-area sterilisasi, tentunya harus terjaga tanpa ada pihak lain mengingat penanganan khusus Teh yang sudah tersohor hingga Ratu Inggris.

"Disini, yang bertugas dalam pencicipan rasa saja itu tidak boleh terganggu karena akan sangat berpengaruh pada hasil maksimal Teh kayu Aro," Tutur Heri Kurniawan, kepada wartawan saat berbincang ringan di kantor PTPN VI sambil menikmati Teh Kayu Aro.

Sambutan dari manajemen PTPN VI, masih terasa melekat dan penuh kesan, peserta kembali dibawa menuju Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 50 Meter tersebut, bersumber dari sungai-sungai yang berhulu disekitar Gunung Tujuh, dan sumber utama airnya adalah Air Terjun Gunung Tujuh, yaitu air terjun yang mengalir dari bibir Danau Gunung Tujuh yang terdapat di puncak Gunung Tujuh.

Air Terjun Telun Berasap menawarkan panorama alam yang asri. Masyarakat setempat memberikan nama telun berasap karena keunikan air terjun tersebut yang selalu diselimuti kabut air yang seolah-olah menyerupai asap putih, akibat derasnya air yang terhempas ke batu dan menguap.

Setelah mencapai pintu kawasan objek wisata, Pukul: 14.06 Wib Supaya kuat melewati anak tangga pada saat naik, maka peserta terlebih dahulu makan siang bersama dengan hidangan khas Kerinci, Ikan Semah. Beramai-ramai di gazebo ber-ala lesehan, sederhana namun begitu nikmat, peserta dengan lahap menyerbu, entah karena rasa atau karena sudah sangat lapar.

Tanpa membuang waktu, peserta segera melanjutkan dengan berjalan kaki menyelusuri jalan tangga semen yang menurun. Jarak tempuh melalui ratusan anak tangga menuju Air Terjun Telun Berasap yaitu kira-kira 300 meter.

Kagum dengan Air Terjun Telun Berasap, peserta terus memburu hingga paling ujung terdapat pondok. Titik paling tepat dalam berswafoto latar Air Terjun, suara gemuruh deburan air terjun, termasuk semburan air seperti sedang hujan gerimis menambah pesona dan ketertarikan peserta. Puas menikmati saatnya kembali, sesampai diatas wajah-wajah peserta berubah penuh keringat dan kelelahan menaiki anak tangga.

Istirahat sejenak sambil mendengarkan keterangan terkait Air Terjun Telun Berasap, lantas peserta bergerak menuju Kopi Alko. Menyaksikan hamparan kebun kopi, proses produksi, hingga menikmati seduhan Kopi Arabika khas Kerinci.

Walaupun peserta mulai terlihat kelelahan, perjalanan diteruskan menuju Bukit Lindung, Tepatnya Desa Mekar Sari. Tanjakan terjal, tikungan begitu patah dan memiliki kemiringan 'memucatkan' muka peserta. Tetapi para sopir berpengalaman mampu melahapnya, menghantarkan peserta ketujuan.

Kami mendapat sambutan seni tradisi, kopi hangat dan makanan ringan ditambah lagi sejuknya mata memandang kabupaten Kerinci dari Bukit Lindung, memanjakan pengunjung dengan keindahan, pemandang kebupaten Kerinci dan jajaran bukit hingga gunung Kerinci. Peserta Media Gathering juga mendapat spot-spot foto menarik, dari hasil karya warga Mekar Sari, kabupaten Kerinci.

Ternyata Bukit Lindung bukan pemberhentian akhir, melainkan hanyalah persinggahan bagi peserta media Gathering jelang makan malam di Swarga Lodge dan Homestay, adalah tempat wisata baru yang berada di Desa Lindung Jaya M 10, Kecamatan Kayu Aro, kabupaten Kerinci, menawarkan pengalaman manis bagi pengunjung.

Bangunan unik serasa di luar negeri menjadi daya tarik paling fenomenal bagi pengunjung untuk berfoto, begitupun bagi peserta media Gathering tentunya tidak melewatkan kesempatan. Selain bangunan menarik, juga matahari terbenam, namun di kala malam kerlipan lampu-lampu di kabupaten kerinci menjadi suguhan tak terlupakan bagi pengunjung.

Di Swarga, saat sore hari dan malam menjadi pengalaman berbeda dan menarik karena tawarkan keindahan tersendiri. Walaupun udara sangat dingin hingga udara yang keluar dari mulut terlihat ber-asap, ditambah lagi tiupan-tiupan tipis angin mempertajam suhu dingin.

Bukan makan malam biasa, Peserta mendapat kunjungan langsung dari Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher "Kerinci terkenal betul dengan keindahannya. Rugi kalau anda sudah berada di Kerinci tapi tidak bisa menikmati keindahan dan kesejukan alamnya. Mudah-mudahan nanti teman-teman dapat menikmati keindahan alam Kerinci. Saya juga minta support kawan-kawan wartawan, untuk menceritakan tentang kegiatan di Kerinci, yaitu salah satu dari 100 agenda wonderful Indonesia, juga dibarengi dengan adanya balap sepeda tour De'Singkarak yang baru pertama kali berlangsung di Kerinci," ujar Wabup.

Hari Kedua penuh kesan dan pengalaman manis dari perjalan Media Gathering, Makan malam di Swarga Lodge dan Homestay, sebagai penutup peserta kembali beristirahat.

SKK Migas, rupanya tidak hanya memberikan pengalaman wisata alam dan wisata Kuliner khas Kerinci. Tetapi, juga edukasi bagi peserta di Hari Ketiga (Jum'at, 11/10/2019) dengan pelatihan Drone dan seminar, Bertempat di Wisma Ria PTPN VI, peserta awalnya mengikuti seminar pengenalan drone baik jenis-jenis maupun klasifikasi teknologi yang acap kali digunakan untuk pengambilan foto dan video dari ketinggian.

Dipandu langsung ahli drone asal Jakarta yakni M Rafli S.Ikom, peserta juga dilatih cara mengoperasikan drone, terasa sangat berkesan karena peserta mendapat pengalaman berbeda saat pengoperasian berlatar Kebun Teh kayu Aro.

"Tujuan pelatihan drone untuk memberikan ilmu pengetahuan yang sedikit banyak bersentuhan dengan profesi jurnalis, ini sangat berguna," Ujar Kepala departemen humas SKK Migas Sumbagsel, Andi Ari Pangeran.

Belum usai, Pada kesempatan ini SKK Migas paparkan kondisi terkini Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Jambi. Andi mengajak peserta yang hadir dapat mendukung kegiatan Hulu Migas sehingga kedepan diharapkan juga peningkatan pada hasil "Dukungan rekan-rekan tentu sangat berarti dan kita sama-sama berdo'a agar kedepannya hasil hulu migas terus meningkat. Sehingga kita bisa memberikan kontribusi lebih melalui CSR bagi pembangunan daerah khususnya, seperti Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan lainnya," Pungkas Andi Ari Pangeran, di Wisma Ria PTPN VI Kayu Aro.

Setelah pemaparan, SKK Migas memberikan hadiah dan doorprize menarik bagi peserta Media Gathering, sebagai tanda usainya kegiatan. Dalam perjalanan kembali ke Kota Jambi, peserta Media Gathering juga berkesempatan makan malam bersama Bupati Merangin, Al Haris.

Media gathering, menjadi salah satu program bukti komitmen SKK Migas Sembagsel dan KKKS Wilayah Jambi dalam pembinaan wartawan di Jambi melalui FJM.

"Terima kasih atas dukungan dan waktunya berkesempatan mengikuti Media Gathering kali ini. Sampai jumpa lagi di kegiatan Media Gathering tahun berikutnya," Imbuh Andi Ari Pangeran.

Tahun-tahun sebelumnya, Media Gathering berlangsung di luar provinsi Jambi seperti Batam, Bandung, Bangka Belitung dan lainnya, namun kali ini wilayah paling barat, Provinsi Jambi berjarak 452 Kilometer, tepatnya ke Kabupaten Kerinci dengan titik utama Kecamatan Kayu Aro. Kayu Aro terkenal sebagai daerah penghasil teh. Perkebunan teh Kayu Aro milik PTPN VI adalah kebun teh terluas di dunia dalam satu hamparan. Teh produksi Kayu Aro diekspor keberbagai negara di dunia dan dalam negeri.

Mursyid Songsang selaku ketua FJM Jambi mengatakan, setiap tahun FJM melakukan dua kegiatan. Selain media gathering, juga dilakukan Field Trip ke unit usaha KKKS Jambi.   

"Tahun ini kita mengambil momen kembali ke Jambi, ini yang pertama biasanya di luar Provinsi, Artinya apa banyak wartawan muda, walaupun dia di Jambi, di kota Jambi ada yang belum pernah ke Kerinci. Itu kan sangat riskan. Khusus media gathering nya di Jambi dan di Kerinci. Kenapa, Kerinci juga kita ada kaitan dengan festival kopi. Kita minta ke teman-teman wartawan yang aktif ini, media cetak, media elektronik, media online, ekspose Kabupaten Kerinci yang indah ini. Potensi wisatanya indah, kekayaan alam yang indah. Kemudian budayanya juga banyak. Inilah sumbangsih FJM  untuk Provinsi Jambi," tegas mantan ketua PWI Provinsi Jambi dua periode ini.

Terima kasih, untuk pengalaman berharga yang telah diberikan oleh SKK Migas Sumbagsel-KKKS Wilayah Jambi dan FJM Jambi kepada wartawan dalam Media Gathering kali ini, dari Jambi untuk Indonesia, Salam Redaksi www.jambidaily.com

 

 

(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top