Senin, 20 Mei 2019 |
Suaro Wargo

Suaro Wargo: Warga Bukit Subur Rapat dan Sepakat untuk Menutup Sumur Illegal Drilling

Sabtu, 04 Mei 2019 22:32:47 wib
Foto: Ist

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Warga Bukit Subur Kecamatan Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi, Hari ini (Sabtu, 04/05/2019) di Balai Desa Bukit Subur, melakukan rapat dan pertemuan menyikapi aktivitas Illegal Drilling atau Pengeboran Minyak Ilegal di daerah tersebut karena dirasa mengganggu dan menimbulkan multiefek negatif.

Dalam surat undangan tertanda tangan Karmin S.Pd selaku PJ Kepala Desa Bukit Subur, berisi "Menindaklanjuti perkembangan adanya aktivitas Illegal Drilling di Desa Bukit Subur yang terjadi selama ini telah menimbulkan berbagai polemik yang tidak sehat, baik masalah sosial, kesehatan lingkungan dan mengancam keamanan dan ketertiban masyakat bahkan menimbulkan perpecahan kerukunan antar keluarga dan antar warga desa Bukit Subur. Berkenaan dengan itu kai bermaksud memediasi antar kelompok yang sedang pro dan kontra adanya Aktivitas Illegal Driling untuk mencari solusi terbaik bagi masyatakat Bukit Subur dengan cara yang damai dan tentram, tanpa anarkis"

Pesan yang diterima jambidaily.com (Sabtu, 04/05/2019) disebutkan rapat diikuti hampir seluruh warga dan telah mengambil keputusan, namun tidak dijelaskan poin-poin utama dalam keputusan yang disepakati.

"Rapat warga hari ini, Rapat hampir diikuti seluruh warga Bukit Subur. Hari ini masyarakat sudah mengambil keputusan untuk menutup sumur illegal drilling," Tutur Sumber melalui pesan Surel.

Berikut Foto-foto rapat yang diselenggarakan oleh Warga Bukit Subur:


Sebelumnya Diduga limbah pengeboran minyak Ilegal atau Illegal Drilling telah mencemari lokasi pesantren Al-itihad di Desa Bukit Subur, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Para Santri lakukan aksi protes melalui pesan video pendek, di tautan ini: Limbah Illegal Drilling Diduga Cemari Pesantren, Ini Pesan Santri untuk Presiden, Kapolri dan Netizen

 

 

(Hendry Noesae)

 

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top