Rabu, 23 Oktober 2019 |
Suaro Wargo

Syarif Hidayatullah: Pengembangan Budaya Islam Dari Segi Pedidikan

Minggu, 03 Juni 2018 13:06:20 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO - Pondok pesantren sa’adatudaren yaitu ponpes yang hanya mengajarkan tentang islam dan belum ada pelajaran umum.Belajar di sana menggunakan sebuah kitab kuning (arab gundul). Pondok pesantren sa’adatudaren adalah pusat pendidikan islam tertua di jambi. Namnaya dulu menggunakan kombinasi bahasa arab dan inggris ialah Sa’adutadaren Islamic school. Nama pendiri pondok tersebut ialah K.H.Ahmad syakur bin syukur alias guru gemuk.Julukan guru gemuk tersebut di peroleh dari masyarakat.

Pesantren tersebut mempertahankan kitab klasik atau kitab kuning.Untuk tingkatan tsanawiyah dan aliyah,dan tidak menerima santriwati hingga saat ini.Menurut nazir salah satu tokoh masyarakat tahtul yaman, zaman dahulu ia merupakan guru yang telah mengajar santriwati biasa bukan para kiyai.Tetapi mereka di didik oleh para istri kyai di rumah kyai.Mata pelajaran pondok tersebut ialah Quran,tauhid,fikh,nahwu syorof, dan tareh.Agar lembaga pendidikan tersebut dapat berjalan dengan normal dan terjaga kontinuitasnya yang memerlukan sistem yang terpola dan terpadu.Adapun tingkatan dan jenjang pondok pesantren sa’adatuddaren yaitu:

1. Mudir pondok/ pimpinan
2. Wakil mudi
3. Dewan guru
4. TMI
5. Rois mu’allimin
6. Administrasi
7. Mudir pelaksana tingkat ibtidaiyah,tsanawiyah,dan aliyah.
8. Pengasug santri
9. Majelis asatizah
10. Opps
11. Santri/Santriwati

Kata khamaruzzaman pimpinan sekarang ini merupakan milik warga.Maka dari itu dia meminta Semua Rt akan mengurusnya,karena masing-masing Rt ada perannya di dalam nya itu.Pemerintah dorong peran pesantren agar dapat mewujudkan kemandirian industri Republik Indonesia.

Menurut saya: Pondok pesantren merupakan tempat yang indah untuk menuntut ilmu. Menjadi indah karena lingkungan untuk belajar sangat mendukung. Suasananya selalu sejuk karena hati selalu tersiram dengan tausyiah, lisan yang selalu mengucap basmalah, dan pola pikir yang selalu terarah. Namun juga menjadi  peraturan dan disiplinnya yang mendidik para santri agar menjadi orang yang berguna, mental baja dan karakter pemimpin.

Berduyun-duyun orang masuk ke pondok pesantren untuk menyandang sebuah nama yaitu santri. Setidaknya ada dua pengaruh yang menjadikan seseorang masuk pondok pesantren yaitu, pengaruh internal dan pengaruh eksternal. Pengaruh internal adalah seseorang yang masuk pondok pesantren karena kemauannya sendiri, dan sebaliknya pengaruh eksternal adalah seseorang yang masuk pondok pesantren karena bukan atas dasar kemauannya (kemauan yang tidak datang dari kepribadiannya sendiri).

 

 

 

...
Ditulis Oleh:
Syarif Hidayatullah
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi


 

 

 


*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top