Minggu, 22 September 2019 |
Ekonomi

Tahun Ini Tebo akan Jadi Sentra Kedelai

Minggu, 27 Agustus 2017 13:21:21 wib
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat berkunjung ke Jambi dalam rangka panen raya kedelai, Selasa (6/9)/Photo: TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN

JAMBIDAILY PERTANIAN, Ekonomi - Kabupaten Tebo diharapkan menjadi sentra pertanian kedelai untuk mengisi kebutuhan kedelai lokal dan nasional.

Dinas Pertanian Kabupaten Tebo mencatat target  4000 hektar diyakini dapat tercapai.

Agustus hingga Oktober  sebanyak  1300 hektar penanaman baru disiapkan, dari jumlah tersebut 900 hektar sudah dicadangkan sebagai penghasil benih untuk memenuhi kebutuhan kedelai di 2018 mendatang.

"Setidaknya nanti 900 ton potensi benih hasil bisa dijadikan benih," jelas Kepala Dinas pertanian Kabupaten Tebo,Sarjono.

Andalan Tebo dengan varitas anjasmoro produktifitas netagam tiap wilayah antara 1, 8 hinga 2,7 ton per hektar yang didukung  lokasi dataran rendah dekat dengan bantaran sungai Batanghari. produkainya lebih tinggi dari lahan yang bergelombang seperti di Serai Serumpun.

"Kualitas untuk benih kedelai sudah cukup baik. itu dibuktikan dengan lulusnya pelabelan benih setiap pengajuan.

Untuk kedelai konsumsi kualitasnya sangat cocik sebagai bahan baku tahu. karena kandungan santannya lebih tinggi divandingkan kedele impor," jelas Sarjono.

Upaya menjadikan Tebo sebagai sentra kedelai dengan memotivasi petani kedelai  untuk menjadi penangkar benih.

Selanjutnya memanfaatkan lahan kebun bukaan baru (karet /sawit)  dengan penanaman kedelai serta lahan sawah yang sudah tidak memungkinkan ditanamai padi kembali karena masih tadah hujan.

Menanamkan pengetahuan petani bahwa dengan menanam kwdelai. tanah akan semakin subur,  tanaman pokok karet dan sawitnya akan semakin subur,  jadi tumpang sari ini saling menguntungkan. Penggunaan pupuk urea dapat dikurangi hingga 50 %

Diakuinya saat ini kendala yang dihadapi petani penangkar yaitu modal.  Untuk itu saya mengharapkan adanya dukungan perbankan untuk membantu permodalan petani penangkar.

"Ini  kendala yg harus kita pecahkan beraama, pihak BUMN pun saya harap bisa membantu atau kerja sama dengan petani penangkar," pungkas Sarjono.

 

(jambi.tribunnews.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top