Rabu, 23 Oktober 2019 |
Wisata & Budaya

Teater Potlot Bangkitkan Prasasti Talang Tuwo Pada Temu Teater Se-Sumatera di Jambi

Senin, 22 Juli 2019 09:10:25 wib

JAMBIDAILY SENI, Budaya - Temu Teater Se-Sumatera yang berlangsung 2-4 Agustus 2019 akan dihadiri oleh Teater Potlot asal Sumatera Selatan, membawa pertunjukan dengan Judul 'Talang Tuwo: Glosarium Project' Karya dan Sutradara: Conie Sema.

Dikutip dari Akun Facebook @Teater Potlot, adapun SINOPSIS talangtuwo glosarium project, dalam catatan Biografi oleh Conie Sema (Sabtu, 20/07/2019).

“TALANG Tuwo: Glosarium Project” adalah pekerjaaan lanjutan Teater Potlot mengumpulkan teks yang berserakan di lahan gambut, kawasan Pesisir Pantai Timur Sumatera. Pekerjaan mengumpulkan kata dan tanda ini, dimaksudkan untuk menghadirkan “praktik memori” sekaligus mengaktifkan potensi kritis, mencegah sejarah dibaca dari logika dokumen dan arsip museum yang beku sebagai monumen masa lalu.

Memori rawa gambut dan keterdesakan masyarakat lebak (manusia Rawang) akibat pengelolaan bentang alam (lanskap) yang lebih berorientasi ekonomi, menjadi fokus dalam penelitian Teater Potlot. Sejarah hadir pada kondisi aktual sebuah keluarga (interview beberapa narasumber), serta merekam hilangnya identitas masyarakat adat akibat proses migrasi dan deforestasi. Lalu mencatat berbagai problem kultural (silence population) atas kehancuran ekologi dan praktik “kediktatoran” penguasaan lanskap oleh perkebunan industri kelapa sawit dan HTI akasia di kawasan tersebut.

Kondisi yang didapat, benar-benar kompleks dan tidak mungkin didekati dengan praktik-praktik ingatan (memori) dari kehidupan sosial budaya dan politik. Tidak bisa juga dari kemarahan atas dominasi wilayah dan diksi ketidakadilan. Begitu pun berbagai regulasi yang diterbitkan pemerintah hari ini. Pekerjaan yang lebih memungkinkan adalah menyusun indeks berbagai fakta yang ditemukan, dan memilah-milahnya menjadi pilihan bahasa dan tanda sebagai referensi dan modal awal merenovasi bahasa teater, agar menjadi bagian dari proses itu sendiri.

“Talang Tuwo: Glosarium Project” adalah proyek menyusun indeks kata dan tengara (tanda) yang secara provokatif menjadi jalan panjang sejarah ucap teater merespons persoalan di sekitar dirinya. Mungkin semacam biografi ekologis, dari hadirnya teks Prasasti Talang Tuwo yang ditulis Raja Sriwijaya, Dapunta Hyang Srijayanasa pada 23 Maret 684 Masehi. Sebuah perintah raja kepada rakyatnya untuk membangun wanua atau bentang alam bernama Taman Sriksetra. Taman yang berpijak pada Tiga Ratna ajaran Buddha; taman yang memberi kebahagian bagi semua makluk hidup. Pesan-pesan kebaikan alam semesta yang visionable tersebut menjadi buku sejarah yang membuka almari kenangannya. Ia keluar dan bergerak. Merespons kondisi paradoks bentang alam di bawah kekuasaan “antroposentris” manusia hari ini.

“Talang Tuwo: Glosarium Project” adalah pekerjaan teater yang tidak lagi memfasilitasi kerepotan teater menjadi teater (dirinya), atau “teater bin teater”. Tetapi bagaimana menjadi tubuh ‘lain’. Tubuh yang menghadirkan sebuah peristiwa kebudayaan. Membuka kesempatan semua potensi hadir pada “praktik memori” dan logika kritis sebuah platform teater. Sehingga logika sejarah tidak lagi hanya dibaca sebagai arsip dari monumen peristiwa masa lalu.

Penasaran dengan aksi kreatifitas Teater Potlot, saksikan di Gedung Teater Arena Taman Budaya Jambi, untuk waktu/jam pergelaran akan diinformasikan berikutnya.

 


(Hendry Noesae)

 

 

Berita Terkait:

KOMENTAR DISQUS :

Top