Jumat, 24 Mei 2019 |
Hukum

Tertangkap dan Diduga Sakit Jiwa, Ini Dia Pelaku Pembongkar Makam Bayi di Kuala Tungkal

Rabu, 06 Maret 2019 21:44:47 wib
Anggota Kepolisian Polres Tanjab Barat saat mengecek TKP/Foto: serambijambi.id

JAMBIDAILY TANJABBAR - Hebohnya peristiwa pembongkaran kuburan atau Makam bayi, Pada Selasa (08/01/2019) yang lalu di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Al-Ikhlas Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) kini telah menemukan terduga pelaku dan ternyata hasil dari pemeriksaan Kepolisiann Republik Indonesia Resor (Polres) kabupaten Tanjabbar, bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.

Dilansir laman serambijambi.id, Kapolres Tanjab Barat AKBP ADG Sinaga, S.IK melalui Kasat Reskrim IPTU Dian Pornomo, S.IK, MH, membenarkan penangkapan diduga pelaku pembongkaran makam bayi tersebut.

"Ya, selama kurang lebih satu bulan setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan para saksi, akhirnya pelaku yang diduga melakukan pembongkaran makam bayi berhasil kami amankan pada hari Kamis tanggal 14 Februari 2019," Jelasnya.

Pelaku Pembongkaran makam bayi itu berhasil diamankan oleh tim gabungan Reskrim Polres Tanjab Barat dan Polsek Betara. Pelaku yang kita amankan berinisial RSU (22) warga Jalan Sentral RT.17 Kelurahan kampung Nelayan Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjab Barat.

Untuk motif yang dilakukan pelaku dengan cara menggali makam bayi tersebut, pelaku hanya ingin mengambil tali pocong yang ada pada mayat bayi tersebut. Jika tali pocong berhasil diambil, rencananya akan digunakan untuk ”Jimat” oleh pelaku.

Lanjut Iptu Dian mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, pemeriksaan dan klarifikasi dari para saksi, gelar perkara, mediasi antara pihak korban dan keluarga terlapor serta melakukan ”visum kejiwaan” terhadap pelaku di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi.

Berdasarkan hasil visum kejiwaan yang sudah dijalani sejak tanggal 16 Februari 2019 hingga tanggal 04 Maret 2019 di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi dan berdasarkan Surat Keterangan Ahli kesehatan Jiwa No.Ket.2122/RSJ-2.1.1/III/2019, tanggal 04 Maret 2019 oleh Psikiater RS Jiwa Daerah Jambi dr. Diva Mariska Tarastin, Sp.KJ bahwa kesimpulannya pada pelaku saat diperiksa, didapatkan adanya gangguan jiwa berupa “Skizofrenia Paranoid”, yaitu suatu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan adanya gejala kejiwaan berupa halusinasi (persepsi panca indra yang tidak sesuai dengan realita karena tidak ada sumber rangsangannya), dan waham (isi pikiran berupa keyakinan yang tidak sesuai dengan realita, tidak dapat dikoreksi, dan dipertahankan terus). Tindak Pidana Pencurian atau pembongkaran makam dilakukan akibat wahamnya.

Iptu Dian juga mengatakan sesuai dengan keterangan Ahli jiwa dari Rumah Sakit Jiwa Jambi dalam Visum Kejiwaan yang telah dikeluarkan dengan kesimpulan bahwa pelaku RSU mengalami Skizofrenia Paranoid (Gangguan Jiwa Berat).

Dan berdasar Pasal 44 KUHPidana bahwa barang siapa melakukan perbuatan yang ternyata perbuatan tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan kepadanya karena jiwanya cacat atau terganggu karena penyakit maka orang tersebut tidak dapat di Pidana.

Serta, berdasarkan hasil penyelidikan yang telah dilakukan, kasus ini dihentikan demi hukum. 

”Untuk pelaku sendiri, kemudian dikembalikan kepada pihak keluarga untuk dilakukan perawatan atau pengobatan kejiwaan agar tidak meresahkan warga dan mengulangi perbuatan yang sama atau perbuatan yang mengarah kriminal,” tutup Iptu Dian, Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat.

 

 

Sumber: serambijambi.id
Editor: Hendry Noesae

KOMENTAR DISQUS :

Top