Selasa, 19 November 2019 |
Kesehatan & Olahraga

Tolak Pasien Melahirkan, Bupati "Ancam" Tindak Tegas Direktur RSUD

Rabu, 03 Juni 2015 19:11:21 wib
Bupati Merangin, H Al Haris

JAMBIDAILY BANGKO-Intruksi Bupati Merangin yang mewanti-wanti pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kol Abunjani Bangko meningkatkan pelayanan ternyata diabaikan.

Berawal dari pasien BPJS yang ditolak mentah-mentah oleh pihak Rumah Sakit flat merah itu.  Bupati Merangin Al Haris mengaku sangat kesal dengan tingkah laku serta pelayanan yang terjadi.

“Kan sudah jelas, berkali-kali saya katakan pelayanan harus ditingkatkan. Jangan main-main dengan pelayanan.” tegas Al Haris kesal, Rabu (03/06).

Bupati menambahkan, penolakan yang dilakukan oleh RS terhadap pasien BPJS bersalin adalah tindakan diluar batas kemanusian. Karena itulah, dirinya menyatakan akan segera meminta kejelasan dengan Direktur Rumah Sakit.

“Itu pasien darurat ingin melahirkan, harusnya layani terlebih dahulu. Secepatnya saya akan panggil Dirut RS untuk meminta kejelasan.” Lanjut bupati.

Dia kembali mengingatkan kepada pihak RS agar kejadian serupa jangan lagi terulang. Kata bupati, apapun jenis penyakit dan asal serta pekerjaan pasien. RS harus terlebih dahulu memberikan pertolongan dan pelayanan.

“Saya tegaskan kejadian serupa jangan terulang lagi. Kalau tidak ingin saya yang akan turun tangan,” tegasnya lagi.

Ditambahkan bupati, bahwa dengan kejadian tersebut dirinya akan mengevaluasi kinerja dari Direktur RS.

”Tetap saya akan lakukan evaluasi dan intruksi tegas, jika dibiarkan maka lihat saja sanksi yang akan saya berikan,”
tandasnya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya Asmiyana, warga Desa Pulau Layang, Kecamatan Batang Masumai pasien yang ingin melahirkan secara normal dengan menggunakan kartu BPJS dan Jamkesmas Selasa malam (19/5), sekitar pukul 20.45, ditolak oleh pihak Rumah Sakit Kolonel Abunjani Bangko.

''Sekarang ada peraturan baru, pemegang BPJS dan Jamkesmas RSUD tidak melayani lagi untuk bersalin normal,kan di Desa ada Bidan, keculi Ceisar," katanya.

Mirisnya lagi dihadapan suami dari ibu hamil Asmiyana dokter tersebut juga mengatakan bisa dilakukan operasi jika sekaligus seterilisasi.

''Ini anak yang ketujuh, bisa operasi sekaligus diseterilisasi, aja pak," jelasnya.

Dengan penjelasan dokter jaga tersebut Andre sebagai suami mengambil keputusan untuk membawa istrinya pulang kerumah yang usia kehamilan sudah memasuki sebelas bulan yang nenurut keterang dokter tersebut sudah ada tanda- tanda akan melahirkan.

"Dengan keterangan dokter jaga istri saya sudah ada tanda akan
melahirkan,karena kami hanya punya Jamkesmas tidak bisa di rumah sakit terpaksa pulang ke kerumah,"pungkasnya.(jambidaily.com/NZR)

KOMENTAR DISQUS :

Top