Senin, 16 Desember 2019 |
Ekonomi

Untuk Tingkatkan Produksi Kopi KOERINTJI, Zola Minta Bank Jambi Bantu Pendanaan

Sabtu, 28 Oktober 2017 20:13:38 wib
Foto: Agus/Humas Pemprov Jambi

JAMBIDAILY EKONOMI - Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi siap membantu pendanaan untuk meningkatkan produksi Kopi Koerintji (Kopi Kerinci), sehubungan dengan semakin tingginya permintaan terhadap Kopi Kerinci. Hal itu disampaikan Zola saat Pertemuan dengan Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kerinci, bertempat di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (28/10/2017).
 
Kedatangan Perkumpulan Petani Kopi Alam Koerintji tersebut adalah untuk meminta dukungan Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jambi dalam peningkatan produksi Kopi Kerinci , karena permintaan dari luar negeri begitu banyak, dan para petani kewalahan dalam permodalan.
 
Zola mengatakan, dari hasil kompetisi dan kontes kopi yang diselenggarakan secara nasional di Jakarta, yang diikuti oleh Koperasi Kerinci Berkah, yang menangani Kopi Kerinci, Kopi Kerinci mengalahkan kopi-kopi dari daerah lain yang terlebih dahulu mendapatkan nama. " Kopi Koerintji yang terbaik se Indonesia, ini suatu kebanggaan bagi kita,” ujar Zola.
 
Zola menyambut baik dan sangat mengapresiasi apa yang telah diraih oleh Koperasi Kerinci Berkah, bisa meraih juara 1 dalam Festival Kopi Nasional. "Suatu kebanggaan kita bersama, Kopi Kerinci bisa mengalahkan kopi-kopi yang selama ini sudah mempunyai nama besar, ini bisa kita kalahkan dengan keunikan rasa dan keistimewaannya. Yang menilai orang luar semua," kata Zola.
 
Zola menegaskan, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten siap membantu mengatasi kendala-kendala yang dihadapi, terutama masalah pendanaan. "Tadi saya langsung kontak pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi, untuk segera membantu, karena secara penilaianya bisa kita bantu, agar produksi Kopi Kerinci bisa ditingkatkan karena permintaan dari luar negeri cukup banyak. Untuk permintaan ekspor saja sekarang perkontainernya 18 ton hingga 19 ton dan itu membutuhkan dana yang cukup besar, itulah tugas kita membantu para petani untuk kelancarannya," jelas Zola.
 
Selain itu, Zola mengajak seluruh Kabupaten/kota se Provinsi Jambi, setiap ada event-event nasional atau provinsi seperti Festival Batanghari, Festival Danau Kerinci dan Festival Candi Muaro Jambi, setiap untuk menyediakan tempat untuk minum kopi seperti coffee shop, agar kopi Arabica Sumatra Koerintji dapat dikenal lebih luas lagi. “Saya juga menghimbau a para pengusaha perhotelan dan Coffee Shop di Provinsi Jambi agar menyediakan tempat minum kopi dari Provinsi Jambi," tambah Zola.
 
Kopi Kerinci telah mendapat sertifikat indikasi geografis pada 26 April 2017 dengan nama KOPI ARABIKA SUMATERA KOERINTJI, yang diberikan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Aidir Amin Daud kepada Bupati Kerinci, Adi Rozal, yang disaksikan oleh Wakil Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum.
 
Kopi Arabika Kerinci Provinsi Jambi hanya dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 700 hingga 1.200 meter dari permukaan laut (MDPL) di daerah Kayu Aro Kabupaten Kerinci.
 
Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Georafis (MPIG) Kerinci, Triyono mengatakan, bimbingan dari pemerintah selama ini cukup baik. “Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah dan juga Provinsi Jambi, telah berupaya membantu kita dalam memberikan alat produksi kopi seperti alat pengupas kopi dan yang lainnya," kata Triyono.
 
"Luas kebun kopi Arabika di Kerinci di 3 kecamatan, yakni kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat, dan Gunung Tujuh seluas 629 hekta,r dengan jumlah petani sebanyak 525 KK, dengan produksi rata-rata 1,3 ton per tahun,” terang Triyono.
 
"Kendala yang dihadapi yaitu modal karena kopi ini dikirim ke luar negeri,” ungkap Triyono
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Ariansyah menyampaikan bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi akan membantu pengembangan Kopi Kerinci. “Kita akan bantu berupa alat untuk peningkatan penjualan produk berupa hilirisasi produk dengan nilai Rp500 juta, yang dianggarkan pada tahun 2018,. Kita akan berupaya membantu pendanaan modal juga," ungkap Ariansyah. (Sapra Wintani/Mustar/Humas Pemprov Jambi)

KOMENTAR DISQUS :

Top