Sabtu, 24 Agustus 2019 |
Ekonomi

Upacara HUT Ke-62 Provinsi Jambi, Fachrori Mengajak untuk Ciptakan Iklim Investasi Kondusif

Senin, 07 Januari 2019 08:58:10 wib

JAMBIDAILY EKONOMI - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum dalam sambutannya saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) provinsi Jambi Ke-62 di lapangan kantor Gubernur (Senin, 07/01/2019) kota Jambi, ingatkan semua pihak agar dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif. 

Adapun tema peringatan pada hari ulang tahun kali ini yaitu” Dengan Hut Ke 62 Provinsi Jambi, Kita Pacu Investasi dan Pemantapan Pembangunan Infrastruktur Untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas  Menuju Jambi TUNTAS 2021. Tema tersebut memiliki arti dan makna yang sangat strategis, dalam konteks mempertahan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas atau inklusif, dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Saya ingin mengingat kembali untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, membutuhkan sinergitas serta keterpaduan, antara program pemerintah pusat, dengan pemerintah provinsi serta dengan pemerintah kabupaten/kota. Hal tersebut sering saya tekankan, mengingat dana pembangunan yang bersumber dari pemerintah, jumlahnya sangat terbatas. Untuk dibutuhkan uluran tangan dari  para investor, baik investor dalam negeri maupun investor luar negeri," ungkap Plt Gubernur Jambi.

"Jika kita mencermati catatan perjalanan pembangunan Provinsi Jambi sepanjang tahun 2018, kondisi perekonomian Provinsi Jambi masih dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global. Sampai dengan Triwulan IV-2018 berdasarkan perhitungan Bank Indonesia Perwakilan Jambi, ekonomi Provinsi Jambi tumbuh sebesar 4,84-5,24 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2018, tumbuh sebesar 4,59-4,99 persen. Angka pertumbuhan ekonomi tersebut mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang tercatat 4,64 persen," Tambahnya.

Lalu Plt Gubernur Jambi menyebut laju inflasi selama tahun 2018, dapat dikendalikan pada angka 3,02 persen untuk Kota Jambi dan 2,46 persen Kabupaten Bungo. Pada tahun 2019  berdasarkan prediksi Bank Indonesia kita harus mewaspadai beberapa potensi risiko yang dapat menyebabkan tekanan inflasi yang lebih tinggi yang diakibatkan antara lain oleh anomali cuaca yang dapat mengganggu hasil panen, dan kondisi infrastruktur yang dapat menghambat distribusi barang atau bahan makanan. Oleh karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Provinsi Jambi, harus lebih intens lagi menjalin kerja sama dengan Tim Pengendalai Inflasi di Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.

"Sehubungan hal di atas, saya menghimbau kepada para Bupati/Walikota se-Provinsi Jambi, untuk meningkatkan produksi dan produktivitas lahan pertaniannya, dengan cara memanfaatkan lahan tidur yang ada,  serta menerapkan anjuran teknologi pertanian yang tepat guna. Sehingga setiap daerah, dalam memenuhi kebutuhan pangannya, dapat mengurangi ketergantungannya, kepada daerah lain. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa struktur perekonomian Provinsi Jambi, hingga saat ini hampir 30 persen, masih bergantung pada  sektor pertanian, khususnya dari komoditi kelapa sawit dan komoditi karet. Sehingga tidak mengherankan jika geliat pertumbuhan ekonomi di daerah ini, sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga dari kedua komoditi unggulan tersebut," Ujar Plt Gubernur Jambi.

Selain itu Plt Gubernur Jambi katakan bahwa untuk meningkatkan dan mempertahankan harga dari komoditi karet dan kelapa sawit ini, bukan suatu pekerjaan yang mudah. Mengingat kedua komoditi tersebut harganya tidak bisa diintervensi oleh pemerintah, melainkan ditentukan oleh kondisi di pasaran global dan pasaran internasional.

Menyikapi kondisi seperti ini, tentunya harus terus berupaya meningkatkan daya saing produk unggulan, melalui perbaikan di sektor hulu, dengan menerapkan cara bercocok tanam yang baik, serta perbaikan di sertor hilir, dengan memperbaiki rantai tata niaga serta memdorong dan memfasilitasi proses hilirisasi bagi komoditi pertanian. Sehingga produk pertanian masih memiliki daya saing di pasaran regional maupun di pasaran internasional.

"Pada sisi lain, kita juga harus memberikan peluang dan kesempatan, yang seluas-luasnya, kepada para pelaku usaha kecil dan para pelaku industri kecil, agar mereka bisa bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Bila perlu kita giatkan terus program Bapak Angkat, yang merupakan bentuk kemitraan antara pelaku usaha atau industri kecil, dengan perusahaan besar. Sebagaimana kita ketahui bahwa masalah masih dihadapi oleh kebanyakan pelaku Usaha Kecil dan Menengah, yaitu kurangnya akses terhadap pasar, permodalan, pengembangan teknologi informasi dan pengembangan sumberdaya manusia. Hal tersebut  akan berpengaruh pada rendahnya produktivitas dan daya saing UKM. Permasalahan ini menjadi hambatan,  dalam menembus pasar global yang semakin kompetitif," Katanya.

Kemudian, pemerintah Provinsi Jambi terus berusaha untuk meningkatkan integritas birokrasi. Hasil nyata dari program ini, ditunjukkan dari tingkat akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, yang dapat dilihat dari opini Badan Pemeriksa Keuangan atas laporan keuangan pemerintah Provinsi Jambi, yang pada tahun 2018, untuk kelima kalinya mendapatkan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP. Begitu juga upaya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, telah menunjukkan kemajuan berarti, yang ditunjukkan dari skor Indeks Kepuasan Masyarakat atau IKM  dengan nilai “B”. 

"Kita semua mengetahui, bahwa kata kunci dalam membangun daerah adalah sumberdaya manusia. SDM yang melimpah harus menjadi pemeran pembangunan, bukan sekedar menjadi konsumen dari produk asing. Kebijakan memperkuat investasi di bidang kesehatan, pendidikan maupun keternagakerjaan merupakan langkah yang tepat dalam meningkatkan daya Saing," harapnya.

Terkait Infrastruktur Plt Gubernur Jambi paparkan, dalam upaya peningkatan aksesibilitas dan konektivitas,melalui penanganan jalan dan jembatan telah memberikan capaian terhadap kondisi jalan mantap pada tahun 2018 sebesar 77 koma 21 persen, meningkat dibanding kondisi tahun 2017 sebesar 76 koma 07 persen. Peningkatan kondisi jalan mantap ini juga mencakup beberapa ruas jalan yang menghubungkan pusat-pusat produksi komoditas unggulan di Provinsi Jambi. Relatif minimnya peningkatan kondisi jalan mantap ini lebih dikarenakan belum optimalnya anggaran yang dialokasikan untuk penanganan jalan dan jembatan, yang tidak sejalan dengan laju kerusakan jalan dan jembatan yang sangat tinggi;

Dalam upaya peningkatan daya saing daerah, Pemerintah Provinsi Jambi tetap berkomitmen mengoptimalkan tahapan proses dalam mewujudkan outlet ekonomi di Kawasan Ujung Jabung. Secara bertahap proses pembebasan lahan, pembangunan jalan dan jembatan akses menuju Ujung Jabung dan kesiapan utilitas lainnya terus dilaksanakan, dan juga secara simultan melalui Kementerian Perhubungan  yang telah mengalokasikan 222 koma 9 milyar pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung yang ditargetkan selesai tahun 2019-2020.

Untuk pemenuhan energi listrik bagi seluruh masyarakat di Provinsi Jambi, kondisi rasio elektrifikasi yang merupakan salah satu indikator pemenuhan energi listrik, telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, dimana pada tahun 2018 telah dicapai Rasio Elektrifikasi Provinsi Jambi sebesar 96 koma 86 persen, meningkat dari kondisi tahun sebelumnya sebesar 92 koma 22 persen. Peningkatan Rasio Elektrifikasi ini juga merupakan bentuk keberhasilan dari Program Jambi Terang yang dilaksanakan secara sinergi baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota bersama PT. PLN (persero) wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu. (Hendry Noesae/*Humas Pemprov Jambi)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top