Minggu, 22 September 2019 |
Ekonomi

Usai Terjungkal, Harga Emas Bangkit Berkat Sentimen Global

Kamis, 15 Agustus 2019 09:58:48 wib
Ilustrasi emas batangan. (CNN Indonesia/Safir Makki).

JAMBIDAILY EKONOMI - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk dijual di posisi Rp759 ribu per gram pada Kamis (15/8). Angka itu naik Rp5.000 dari Rp754 ribu per gram pada Rabu (14/8). 

Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) meningkat Rp5.000 dari Rp682 ribu per gram menjadi Rp687 ribu per gram. 

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp404 ribu, 2 gram Rp1,46 juta, 3 gram Rp2,17 juta, 5 gram Rp3,61 juta, 10 gram Rp7,16 juta, 25 gram Rp17,8 juta, dan 50 gram Rp35,53 juta. 

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp71 juta, 250 gram Rp176 juta, 500 gram Rp354,3 juta, dan 1 kilogram Rp708,6 juta. 

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Khusus harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX sebesar US$1.531,9 per troy ons pada pagi ini. Posisi ini naik 0,27 persen dari Rabu (14/8). Sedangkan harga emas di perdagangan spot berada di posisi US$1.521,74 per troy ons atau meroket 0,35 persen. 

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf melihat pergerakan harga yang sempat melemah pada Rabu kemarin, emas dunia akan berbalik menguat pada hari ini. Hal ini didukung oleh meningkatkan permintaan emas sebagai salah satu aset safe haven. 

"Permintaan emas sebagai safe haven meningkat karena muncul kekhawatiran dunia akan resesi global yang terlihat dari penurunan data ekonomi dan perubahan tingkat yield (imbal hasil) obligasi Amerika Serikat," ujar Alwi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/8). 

Kekhawatiran resesi global dipicu dari rilis output industri China yang hanya tumbuh di angka 4,8 persen pada Juli 2019. Realisasi pertumbuhan berada jauh di bawah ekspektasi para analis, bahkan menjadi yang terendah dalam 17 tahun terakhir. 

Kemudian, kekhawatiran bertambah lantaran pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan Eropa stagnan di angka 0,2 persen pada kuartal II 2019. Lalu, terjadi penurunan tingkat imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi AS, US Treassury bertenor 10 tahun ke level 1,58 persen. 

"Ini merupakan penurunan yield obligasi pertama sejak 2007 atau beberapa bulan sebelum terjadi krisis keuangan global (pada 2008). Kekhawatiran ini membuat investor lari ke aset safe haven, termasuk emas, maka pergerakan emas bullish kembali," jelasnya. 

Alwi memperkirakan harga emas akan bergerak di level resistance US$1.558 per troy ons dan support US$1.493 per troy ons pada hari ini.

 

(uli/lav)/cnnindonesia.com

KOMENTAR DISQUS :

Top