Kamis, 21 November 2019 |
Wisata & Budaya - Advetorial

Wagub : Jadikan Keluarga Tempat Mendidik Generasi Berakhlak Mulia

Rabu, 25 Mei 2016 20:19:18 wib
Penilaian peserta Jambore TP PKK

JAMBIDAILY ADVETORIAL-Wakil Gubernur Jambi Dr.H.Fachrori Umar,M.Hum menyatakan bahwa keluarga menjadi tempat pertama untuk mendidik generasi yang berakhlak mulia. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Jambore TP-PKK tingkat Provinsi Jambi, Rabu 25 Mei 2016 bertempat di GOS Sungai Kambang.

Hadir dalam Jambore ini Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj.SherrinTharia Zola, Wakil Ketua TP-PKK Pusat Hanifah Husein Baldan. Dan Ketua TP-PKK Kabupaten/Kota se- Provinsi Jambi dan  anggota TP-PKK.

Disampaikan Wagub bahwa dengan jambore ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan wawasan bagi para anggota PKK.

“Dengan menyatukan kekuatan dari seluruh komponen maka kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Dan yang paling penting saat ini adalah bagaimana peranan keluarga dikuatkan agar generasi kita menjadi generasi yang berakhlak mulia”ujar Wagub.

Dijelaskan Wagub bahwa keluarga menjadi cikal bakal menjadi bangsa yang bermartabat. “TP-PKK menjadi patner pemerintah untuk lahirnya generasi-generasi bangsa yang unggul dan kreatif,penuh inisiatif, bermoral tinggi, bervisi kemanusiaan, beretos kerja andal, dan berwawasan luas. Di dalam keluarga sosok perempuan/ibu yang pertama kali memperkenalkan, menyosialisasikan, menanamkan, dan mengakarkan nilai-nilai agama, budaya, moral, kemanusiaan, pengetahuan, dan keterampilan dasar, serta nilai-nilai luhur lainnya kepada seorang anak, dengan kata lain, peran ibu sebagai pencerah peradaban “pusat” pembentukan nilai sangat besar” ujar Wagub.

Sementara itu Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Sherrin Tharia Zola mengharapkan bahwa melalui pelaksanaan Jambore dapat dijadikan bekal TP-PKK Kabupaten/Kota dalam mengelola PKK di daerah masing-masing.

“Melalui kesempatan yang baik ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa, masing-masing wilayah baik Kabupaten dan Kecamatan, memiliki potensi, kebutuhan dan permasalahan yang berbeda. Dengan perbedaan tersebut, tentunya berbeda pula perlakuan, serta program dan kegiatan yang dilakukan. Berbagai permasalahan dan belum berhasilnya program yang dilaksanakan di setiap jenjang wilayah, hendaknya dapat dijadikan bahan evaluasi dan intropeksi kita, yang selanjutnya perlu kita tindak lanjuti dengan peningkatan kualitas para kader dan kepedulian masyarakat”ujar Sherrin Tharia.

Ketua TP-PKK menyatakan bahwa melalui momen Jambore PKK ini,para kader dapat bertukar pikiran dan sharing pengalaman dalam menyelesaikan berbagai permasalahan.

“Inilah inti yang kita harapkam dari penyelenggaraan Jambore PKK. Dengan demikian para kader dalam melaksanakan 10 program pokok PKK di lapangan tidak mengalami banyak kesulitan. Kita semua mengetahui,bahwa kita para kader PKK, perlu bekerja lebih keras lagi terutama dalam mengaktifkan kembali berbagai program peningkatan kesejahteraan keluarga, mengajak para ibu hamil untuk memerikasa kehamilan, memberikan imunisasi kepada bayi, dan menimbangnya setiap bulan, dan banyak lagi hal-hal lain, yang perlu kita sampaikan kepada masyarakat”katanya.

Wakil Ketua TP-PKK Pusat Hanifah Husein Baldan dalam sambutannya  menyampaikan dua hal kebijakan  dalam membangun bangsa. Pertama dikatakannya adalah pendidikan karakter yang harus diberikan sejak dini. Sehingga anak anak tumbuh dengan memiliki karakter yang kuat. Dengan membentuk generasi muda berkarakter akan menjadikan bangsa dengan karakter. Anak akan tahu tanggungjawab baik kepada dirinya maupun kepada bangsanya. Kedua disampaikan Hanifah adalah peningkatan kualitas keluarga. Dimana ini adalah cikal bakal menjadi bangsa yang bermartabat di mata dunia. Mewujudkan pendidikan karakter kepada anak dikatakannya dilakukan sejak dini.

Ibu dikatakan Hanifah memiliki peranan penting dan memiliki kewajiban dalam mewujudkan dua program pembentukan karakter anak dan peningkatan kualitas keluarga.

”Saat ini mendidik anak sudah berbeda dibandingkan waktu lalu, kita sudah dihadapkan pada teknologi sehingga informasi tidak bisa dibendung lagi, dan hal ini menjadi permasalahan besar bagi perkembangan anak”kata Hanifah.

Saat ini juga banyak penyakit yang disebabkan oleh perubahan pola hidup, terutama dengan mengonsumsi makanan cepat saji.

”Dulu anak-anak kita hanya makan makanan yanag dimasak sekarang dengan dipengaruhi teknologi anak-anak lebih suka mengkonsumsi makanan cepat saji. Ini tentu saja mengubah perilaku dan pola makan anak-anak kita”ucapnya.(jambidaily.com/HMS/MAR)

KOMENTAR DISQUS :

Top