Selasa, 22 Oktober 2019 |
Hukum

Walikota Fasha Segera Panggil Lurah Buluran, Terkait Sporadik Fadila Cs Telah Putusan Inkrah PN

Senin, 23 September 2019 16:43:36 wib
Ilustrasi/Inilah.com
JAMBIDAILY HUKUM - Persoalan sengketa lahan di RT 16 Kelurahan Buluran Kenali Kecamatan Telanaipura Kota Jambi hingga saat ini belum terselesaikan. Pasalnya, pihak kelurahan Buluran Kenali masih dengan argumennya menyatakan tanah yang dikuasai oleh Fadila Cs, masih bersengketa. Padahal putusan Pengadilan Negeri (PN) dengan nomor perkara 155/Pdt.G/2018/Pn.Jmb sudah dinyatakan inkrah.
 
Walikota Jambi, H Syarif Fasha, ketika ditemui mengaku akan segera memanggil Lurah Buluran Kenali, untuk dimintai keterangan terkait persoalan pelayanan publik tersebut. Karena, Walikota belum mengetahui secara pasti persoalan sengketa tanah dimaksud. "Saya belum tahu pasti, dan akan segera kita panggil Lurah Buluran itu," jelas Walikota, saat ditemui baru-baru ini.
 
Fasha mengatakan hal ini tentu akan segera diselesaikan, karena dirinya ingin mengetahui lebih jauh dari Lurah Buluran terkait persoalan itu. "Makanya, kita akan segera panggil, saya janji akan panggil Lurah bersangkutan," ungkap Fasha.
 
Sementara itu, Fadila melalui kuasa isedentilnya Gustiyan Panji Tama SE, kepada awak media menjelaskan bahwa tanah yang dikuasainya sudah bersengketa sejak 17 tahun lalu dan telah menjalani sidang dari awal bulan November 2018 serta telah diputuskan pada 01 Agustus 2019. Dirinya saat ini yang tergugat memegang surat awal asli tanah tersebut.
 
"Kita digugat ke Pengadilan Negeri, dan oleh PN diputuskan menolak gugatan dari pihak KPN dan penggugat intervensi dari ahli waris Hajir tersebut. Apalagi, putusan tersebut sudah inkrah," jelas kuasa isedentio dari Fadila.
 
Muncul persoalan, pihak kelurahan enggan memberikan kemudahan pelayanan dalam pengurusan sporadik tanah yang sudah putus/inkrah di pengadilan dan Lurah terkesan arogan juga berusaha menghalang-halangi dengan berbagai alasan. "Kita hanya meminta kepada pak Lurah Buluran untuk menandatangani pengajuan sporadik yang menjelaskan bahwa tanah itu memang berada di wilayah Buluran Kenali," jelas dari kuasa Fadila.
 
"Kita sebenarnya memegang semua dokumen asli, sementara penggugat tidak memiliki dokumen yang kuat dan mereka juga di Pengadilan tidak bisa menunjukkan dokumen asli dihadapan hakim," tambah kuasa Fadila.
 
Terpisah, Camat Telanaipura, Drs Noviarman, mengaku sudah mengetahui itu. Dan sudah mengumpulkan semua pihak yang terkait. Akan tetapi, Lurah Buluran belum juga menandatangani surat pengajuan pembuatan sporadik dengan alasan tanah masih bersengketa. 
 
"Kan itu putusan dari pengadilan sudah keluar dan diputuskan sudah inkrah. Jadi, lurah harus menandatangani surat pengajuan untuk pembuatan sporadik tentang wilayah tanah tersebut," kata Noviarman.
 
Noviarman menjelaskan, dirinya sudah menanyakan persoalan ke pengadilan, dan pernyataan dari Pengadilan menjelaskan putusan sudah inkrah dan tidak ada upaya banding lagi dari pihak penggugat. 
 
"Kalau lurah masih menyatakan itu bersengketa, tanah yang mana yang disengketakan lagi, karena putusan pengadilan sudah inkrah, dan tidak ada kepentingan lurah untuk menunggu pihak lain mengajukan gugatan kembali" akunya.
 
Terkait pelayanan publik tersebut, Lurah Buluran Kenali, Toni, mengaku belum menandatangani surat pengajuan sporadik tanah, karena pihak lain masih ingin menggugat kembali. "Masih ada pihak lain yang ingin menggugat," akunya.
 
Sementara itu, Kabag Pemerintahan (PEM) setda Kota Jambi, M Amin Chudori, mengakui sudah mengetahui dan menerima putusan pengadilan inkrah tersebut. Ia menjelaskan sudah mempelajari semuanya dan segera memanggil secara resmi pihak terkait, mulai dari Lurah Buluran, Camat Telanaipura, BPN, Pengadilan Negeri dan juga Pakar Hukum. "Kita akan segera memanggil pihak terkait, dan hal ini akan segera kita tuntaskan," tutupnya. (tib/hen)

KOMENTAR DISQUS :

Top