Senin, 14 Oktober 2019 |
Ekonomi

Warga Rambutan Masam Keluhkan Pengerasan Jalan "Tak Tuntas"

Kamis, 14 Januari 2016 12:52:30 wib
Kondisi pengerasan jalan di Desa Rambuatan Masam

JAMBIDAILY EKONOMI-Pengerasan jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer di Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi mulai dari Dusun Hilir sampai Dusun Tanjung Pasir yang baru saja dilaksanakan Pemkab Batanghari, nampaknya belum memenuhi harapan masyarakat setempat.

Jalan yang merupakan akses ekonomi dan berbagai aktifitas masyarakat itu dinilai pembangunannya tidak tuntas dan terkesan kurang pengawasan (Tak tuntas-red).

Penilaian warga itu, karena saat hujan jalan tersebut masih becek dan licin dan berlumpur, karena beberapa bagian jalan pengerasan itu kekurangan kerikil.

"Setelah hujan kita harus hati-hati melewati jalan ini. Karena licin dan berlumpur, kalau saja kerikilnya tebal dan merata pasti jalan ini keras dan tidak becek,"keluh salah satu warga pengguna jalan tersebut, Bambang Hermanto, Kamis (14/01) kepada jambidaily.com.

Dia menilai, pengerjaan pengerasan jalan ini, terkesan setengah-tengah. Ini terbukti dengan kondisi jalan saat ini membuat kecewa sejumlah warga Desa Rambutan Masam.

Dia berharap, Dinas Pekerja Umum ( PU) Batanghari sebagai leading sektor kalau membangun jalan, apalagi jalan lingkungan, benar-benar diawasi. Karena kalau tidak sesuai harapan akan membuat masyarakat kecewa dan sedih, apalagi dibiayai dengan dana milyaran rupiah.

"Katanya pengerasan, tapi kalau hujangmasih juga ada yang berlumpur, ini namanya pembangunan setengah-tengah. Kalau seperti ini dana habis hasilnya tak sesuai harapan. Kita juga jadi bertanya-tanya, kenapa jalan ini sepertinya tidak tuntas. Memang tidak semuanya licin, kalau untuk pembangunan di Dusun Tanjung Pasir itu bagus. Tapi pembangunan yang terahir ini yang buruk,"sebut Bambang.

Warga lainnya, Firdaus, kondisi jalan yang seyogyanya menjadi kelancaran akses masyarakat itu, justru setelah hujan turun seakan menjadi hambatan yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak terjatuh.
 
Dengan kondisi jalan tersebut licin, warga yang mau ke Muara Bulian, dan Tembesi yang hendak kuliah, ataupun kerja sering jatuh sehingga warga tersebut terpaksa harus pulang untuk mengantikan pakaiannya.

"Saya kemarin mau kuliah lewat disitu jatuh, kotor semua pakaian saya,"sebut Pirdaus yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa STAI Muara Bulian.

Sebelumnya, menanggapi keluhan dan aspirasi masyarakat setempat, Kabid Bina Marga Dinas PU Batanghari, Taufik, mengatakan, pihaknya akan memperbaiki kembali pengerasan jalan tersebut.

"Akan kita perbaiki lagi,"singkat Taupik kepada jambidaily.com, beberapa waktu lalu.(jambidaily.com/RED)

KOMENTAR DISQUS :

Top