Selasa, 21 Januari 2020 |
Peristiwa

Wartawan Ditembak Mati, Keluarga Menuntut Keadilan

Kamis, 24 Agustus 2017 11:54:09 wib
Foto para wartawan Meksiko yang menjadi korban pembunuhan (Cuartoscuro Archivo )

JAMBIDAILY INTERNASIONAL-Keluarga Candido Rios, jurnalis yang ditembak mati di depan sebuah toko di Kota Hueyapan de Ocampo, Meksiko menuntut keadilan dengan penyelidikan penuh.

Keluarga pun menolak pernyataan pemerintah, yang menyatakan Rios berada di tempat yang salah, pada waktu yang salah pula.

Candido Rios adalah seorang wartawan di sebuah media yang melakukan tugas peliputan di negara bagian Veracruz yang terkenal kejam.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rios yang berada di dalam program perlindungan pemerintah, ditembak mati di luar sebuah toko, Selasa kemarin.

Dia tewas bersama seorang mantan kepala polisi dan pengawalnya.

Jurnalis berusia 55 tahun itu menjadi wartawan ke-10 yang tewas dibunuh di Meksiko, sepanjang tahun 2017 ini.

Dia pun adalah satu di antara lebih dari 100 wartawan yang terbunuh sejak tahun 2006.

Gelombang kekerasan yang dialami wartawan di Meksiko, menjadikan negara itu sebagai salah satu wilayah paling berbahaya di dunia untuk profesi jurnalis. 

Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Veracruz, Roberto Campa, target dalam pembunuhan tersebut adalah mantan kepala polisi yang ditembak di samping Rios, Victor Antonio Alegria.

Namun putri Rios, Cristina Rios Nieves, Rabu (23/8/2017) mengaku yakin ayahnya karena laporannya.

"Dia menggunakan kekuatan jurnalistiknya untuk memukul tirani kecil di sini, dia mencela kejahatan oleh orang yang berkuasa," kata perempuan berusia 30 tahun itu seperti dikutip AFP.

"Saya menuntut keadilan, dengan penyelidikan yang tepat," ungkap janda Rios, Hilda Nieves Martinez.

Hilda mengungkapkan tuntutan itu dengan berlinang air mata di rumahnya di Hueyapan de Ocampo.

Dia meminta pihak berwenang untuk menganalisa ancaman pembunuhan yang ada. Disebut, Rios menerima ancaman dari mantan Wali Kota Gaspar Gomez, seorang politisi veteran yang didakwa melakukan korupsi./kompas.com

KOMENTAR DISQUS :

Top