Selasa, 24 September 2019 |
Suaro Wargo

Yulia Septiani: Filosofi Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah Di Bumi Melayu Jambi

Sabtu, 02 Juni 2018 13:45:08 wib

JAMBIDAILY SUARO WARGO  - “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” merupakan landasan dari sistem nilai yang menjadikan Islam sebagai sumber utama dalam tata dan pola perilaku serta melembaga dalam masyarakat Minangkabau. 

Artinya, Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah adalah hukum yang diwarisi dari kerajaan pagaruyung Islam hasil dari kesepakatan para ulama dan kaum adat marapalam dan di adopsi kerajaan Islam di seluruh nusantara termasuk Jambi, adat alam Melayu Jambi adalah adat Islam. 

Masuknya Islam di Jambi diperkirakan terjadi pada akhir abad ke 7M sampai sekitar abad 11M, menurut adat melayu Jambi, adat di bedakan menjadi dua bagian yakni adat berbuhul mati dan adat berbuhul sentak. Adat berbuhul mati adalah terjadi titik temu dan perpaduan antara ajaran adat dengan Islam sebagai sebuah sistem nilai dan norma dalam kebudayaan Minangkabau yang melahirkan kesepakatan Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah. Undang-undang alam yang dijadikan oleh Tuhan atau yang disebut sunatullah atau hukum Allah. 

Dalam ajaran Islam, alam yang luas ini dengan segala isinya adalah ciptaan Allah SWT dan menjadi ayat-ayat Allah (ayat kauniyah) sebagai tanda-tanda kebesaran-Nya. Manusia dengan segala potensi akalnya, dapat mengambil pelajaran dari ketentuan-ketentuan pada hukum alam. Bahwa sesungguhnya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan proses pergulatan antara Adat, Islam dan Ilmu Pengetahuan adalah kerangka filosofis dalam memaknai ekstensi manusia sebagai Khalifatullah di dunia. 

Adat Bersendi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah suatu konsep nilai ilahiah, insaniah dan semesta adalah permaknaan jalinan yang mengantarkan keberadaan manusia yang tidak terlepas dengan Sang Khalik, Maha Pencipta. Sebagai pandangan terhadap dunia dan pandangan hidup perlu mempercepat kesadaran kolektif yang memberi arah dan pegangan pergaulan sosial kemasyarakatan dalam dinamika perubahan zaman. Sadar akan perubahan tatanan peradaban terhadap pergeseran sistem nilai dan pola prilaku umat manusia, maka Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi ciri petanda bagi identitas kultural dan otoritas moral sebagai sumber norma tata kehidupan masyarakat dalam memperkokoh semangat Kebangsaan Negara Republik Indonesia. 

Dalil yang menjadi dasar untuk menganggap adat sebagai sumber hukum ialah ayat al Qur an, Surat al A’raf ayat 199 dan hadits Ibnu Abbas yang artinya “apa yang dipandang baik oleh orang-orang Islam, maka pada sisi Allah juga baik di kalangan ahli fikih (hukum) Islam berlaku kaidah, adat itu adalah hukum”.


...
Ditulis Oleh
Nama: Yulia Septiani
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi 
Fakultas ekonomi dan bisnis islam 
Jurusan ekonomi syariah

 

 


*isi/sumber/referensi dari Artikel sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis

KOMENTAR DISQUS :

Top